BISNIS

Klaim Aulia Pohan Soal Surat Berharga Century

Aulia Pohan berdalih aturan pada saat itu tidak terlalu tajam pengaturannya.

ddd
Selasa, 5 Januari 2010, 16:27 Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Aulia Pohan Penuhi Panggilan Pansus Century DPR RI
Aulia Pohan Penuhi Panggilan Pansus Century DPR RI (VIVAnews/Tri Saputro)


VIVAnews - Surat Surat Berharga (SSB) yang dimiliki Bank CIC dikategorikan lancar oleh BI. Padahal surat tersebut belakangan dikategorikan tidak lancar.

Menurut Mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan, dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No 31/147/KEP DIR tentang Kualitan Aktiva Produktif terdapat 2 kategori yaitu lancar dan tidak lancar.

Dalam Pasal 9 huruf a surat berharga disebut lancar itu adalah SBI dan SUN, surat berharga pasar uang yang belum jatuh tempo, surat berharga komersial yang belum jatuh tempo dengan peringkat IdA1-IdA2-IdA3-IdA4 sebagaimana ditetapkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) atau yang setingkat dengan itu dari lembaga pemeringkat yang memiliki reputasi baik dan dikenal luas oleh Masyarakat.

Dalam SSB CIC, tidak memiliki rating sementara dalam aturan itu hanya ada 2 kategori yaitu Macet atau Lancar. Oleh karena itu Komite Evaluasi Perbankan (KEP) melakukan pembahasan. Menurut Kantor Akuntan Publik, SSB CIC diterbitkan oleh Deutche Bank. Selain itu SSB itu juga jatuh tempo pada 2010 sehingga disebut lancar. Pembayaran SSB CIC juga dibayar dengan lancar.

"Pada saat itu belum jatuh tempo dan bunga dibayar, statement acount ada, atas dasar itu Komite Evaluasi Perbankan menjustifikasi di rapat bersama Anton Tarihoran (mantan Direktur Pengawasan BI). Surat yang belum jatuh tempo ya lancar karena penggolongannya hanya lancar dan macet," katanya dalam Rapat Pansus Century di DPR Jakarta Selasa 5 Januari 2010.

Aulia Pohan berdalih aturan pada saat itu tidak terlalu tajam pengaturannya karena aturan yang detail diatur pada 2005. Aturan pada 2005 aturan ditambah dengan penggolongan rating surat berharga dan penerbit surat berharga. Jika merger, surat utang itu harus ditaruh di dalam negeri, yang kemudian disimpan di Bank Niaga dan Citibank.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com