BISNIS

Petani Pare-Pare Punya Tabungan Rp 13 Triliun

Alimin mengaku tahu tabungannya bertambah saat mencetak rekening pada November 2008.

ddd
Minggu, 7 Februari 2010, 12:41 Hadi Suprapto
Petani sedang menggarap sawahnya
Petani sedang menggarap sawahnya (Iwan Heriyanto | Surabaya Post)

VIVAnews -Alimin tidak pernah membayangkan hidupnya bakal diayun jauh ke langit. Lalu dibanting sampai remuk.  Sebab menunggak utang hingga triliunan.

Sebagaimana umumnya petani di Gunung Tolong, Kecamatan, Bacukiki Barat, Parepare, Alimin sadar betul bahwa mencangkul sawah dengan tekun adalah satu-satunya cara menyambung hidup. Dan menabung hasilnya adalah jaminan hari tua.

Di kota Parepare, Bank Mandiri sudah beroperasi semenjak beberapa tahun lalu. Dan Alimin menabung di bank itu. Bila dia menyetor uang ke bank itu, dia selalu minta pegawai bank untuk memprint  riwayat rekeningnya. Dia selalu tahu jumlah saldo terakhir.

Hingga September 2008, saldo di rekeningnya sejumlah Rp 5,7 juta. Pada  bulan September 2008 itu juga, Alimin mendapat kiriman uang dari saudaranya di Kalimantan. Uang dikirim via Bank Mandiri.

Alimin datang ke bank itu  di Parepare. Selain memastikan kiriman itu, dia  juga meminta update print out buku tabungannya.

Dia terkejut bukan kapalang, sebab tiba-tiba saja tabungannya bertambah Rp 13 triliun.  Transfer sebesar itu masuk ke rekening Alimin tanggal 2 November 2008. Darimana uang itu? Berpikir seribu kali pun, Alimin tidak akan menemukan jawaban.

"Saya kaget melihat rekening saya bertambah Rp 13 triliun," kata Alimin seperti diberitakan tvOne, Minggu 7 Februari 2010.

Alimin lalu datang lagi ke Bank Mandiri. Print out itu kemudian diubah. Tapi entah kenapa dalam print out perubahan itu, Alimin malah jadi tekor. Saldonya minus Rp 9 triliun. Dari bahagia campur bingung, Alimin jadi Takut.

Petani yang gundah itu lalu melaporkan kasus ini Polresta Parepare. Polisi lalu menelusuri kasus ini. Mereka menyelidiki mengapa uang sebanyak itu masuk ke rekening sang petani dan mengapa dia tiba-tiba berutang Rp 9 triliun.

Setelah lebih dari setahun, kasus ini heboh lagi akhir pekan ini, lantaran dikabarkan bahwa rekening Alimin masih diblokir sampai sekarang.

DPRD Parepare berencana memanggil pimpinan Bank Mandiri setempat, dan meminta penjelasan soal ini. Apakah uang itu sekedar salah nomer rekening akan ditanyakan kepada Bank Mandiri. Mereka juga akan bertanya dana Rp 13 triliun itu sesungguhnya punya siapa. Dan mengapa duit segunung itu ada di Parepare.

VIVAnews berusaha mengkonfirmasi masalah ini kepada Bank Mandiri pusat di Jakarta. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Sukoriyanto, menjelaskan bahwa memang ada kesalahan saat input data. Yang seharusnya Rp 1,3 juta menjadi Rp 13 triliun. "Terpencet dua kali," kata dia kepada VIVAnews, Minggu 7 Februari 2010.

Tapi menurut Sukoriyanto, kesalahan itu langsung dibereskan sesaat setelah kesalahan input data itu. Manajemen Bank Mandiri Parepare, katanya, sudah pula bertemu dengan Alimin di rumahnya. Pertemuan dilakukan pada Januari dan Februari 2009.

Sukoriyanto memastikan bahwa kasus ini sudah tuntas diselesaikan. Rekening Alimin pun, katanya, sudah aktif dan tidak pernah diblokir. Artinya tidak ada masalah lagi. Itu sebabnya, Sukoriyanto heran  kasus ini baru heboh sekarang ini. Ini persisnya Jawaban Mandiri.


hadi.suprapto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mbahmidi
16/02/2010
duh enak bener dapet duit segitu banyak, ga bakalan abis 7 turunan
Balas   • Laporkan
Roy
09/02/2010
Sring2 ya salah, jadi kaya mendadak !!
Balas   • Laporkan
Edmundus Edy
09/02/2010
pegawai bank musti ditatar lagi, masa saldo bisa muinus 9 Triliun gitu....
Balas   • Laporkan
chimera
09/02/2010
lumayan beli ferrari yang gak pake kunci kontak yah .....xixixixi
Balas   • Laporkan
noelz
09/02/2010
klo emg slh pencet knp saldonya jd minus 9 triliun? Aneh bgt!!
Balas   • Laporkan
efa
09/02/2010
mungkin aja itu uang bank century yg sengaja dialihkan ke bank lain..perlu diselidiki kasian byk yg kn fitnah dr kasus ini mudah2n negara ini bs lbh bermoral dan semua pjbt2 kt sadar spy negara ini ga lg dpt murka dr allah swt amien
Balas   • Laporkan
Djoko Sudibyo
09/02/2010
kaya mencet jerawat aja saking gemesnya dipencet sampai berkali-kali. Terpencet dua kali ? rp. 1,3 jt jadi Rp.1.3 triliun, setelah dirubah menjadi MINUS Rp.9 triliun ? apa tambah gemes terus dipenjet sana sini wkwkwkwkwkw..... habis pencet jerawat terus
Balas   • Laporkan
Orang Gila
09/02/2010
hehehehehh....uangku..uangku kalo py wang sebanyk itu gue sumbangkan ke negara nambahin dana korupsi, biar negara gak bangkrut- kasihan negara kita....banyak koruptor dinegeri ini huuuuuuaaaaa huaaaaa huaaaa ....kwkwkwkw gue nangis sedih campur ketawa. d
Balas   • Laporkan
yesi
09/02/2010
bukannya senang dapat uang banyak malahan kaget. tapi wajar karena uang itu bukan milik kita.
Balas   • Laporkan
fifa
09/02/2010
****Kok aneh ya..... kalo diketik 2 kali atau apalah jawabannya. kok nilai segitu??? dan masa baru ada protes dari nasabah tabungan baru ada pembetulan.ya...smg saja kejadian itu tak terulang kembali***************
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com