BISNIS

PKS Pilih Opsi C, 'Allah Akbar' Bergemuruh

Artinya, pencairan dana bail out kepada Bank Century dinilai bermasalah.
Rabu, 3 Maret 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Anggi Kusumadewi
Paripurna Luar Biasa

VIVAnews - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan lantang memilih opsi C hasil rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century. Artinya, pencairan dana bail out kepada Bank Century dinilai bermasalah.

"Opsi C adalah relevan dan terbaik untuk perbaikan sektor keuangan dan perbankan dan upaya penegakan hukum," kata juru bicara dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam dalam sidang paripurna, Gedung DPR, Jakarta, Rabu 3 Maret 2010.

Sontak saja suasana sidanga langsung bergemuruh. Teriakan "Allah Akbar, Allah Akbar" bergemuruh di tengah arena ruang sidang.

Menurut PKS, pandangan ini merupakan penegasan dan penguatan fraksi PKS yang telah disampaikan sidang-sidang Pansus terdahulu. Fraksi PKS telah membaca dan mempelajari opsi atau pilihan kesimpulan dan rekomendasi yang diajukan pansus angket.

"Fraksi PKS meyakini dan memandang bahwa dua opsi yang diajukan itu secara substansial memiliki kesamaan. Meskipun tetap terdapat perbedaan-perbedaan yang tidak dapat dipungkiri dan itu akibat konsekuensi dari demokrasi," ujar dia.

Seperti diketahui, Fraksi Golkar jugaakhirnya menyatakan bahwa pengucuran dana Bank Century melalui FPJP oleh BI dan PMS oleh LPS adalah keuangan negara. Golkar pilih Opsi C.

Opsi C lainnya adalah, patut diduga telah terjadi berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan oleh otoritas moneter dan fiskal, mulai dari (a) operasional Bank CIC (b) proses akuisisi Bank Danpac dan Bank Pikko oleh Chinkara Capital, merger Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko menjadi Bank Century, operasional Bank Century (c) pemberian FPJP, dan (d) PMS sampai kepada (e) mengucurnya aliran dana.

Opsi C juga menyebut, diduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pihak otoritas moneter dan fiskal dengan mengikutsertakan pemegang saham pengendali, pengurus, dan manajemen Bank CIC, dan Bank Century, debitur dan nasabah terkait, sehingga terindikasi merugikan keuangan negara dan perekonomian negara.

 

 

TERKAIT
TERPOPULER