BISNIS

"Pasokan Listrik RI Harusnya Seperti China"

Kondisi ini dialami oleh China pada 20 tahun lalu.

ddd
Rabu, 31 Maret 2010, 15:14 Heri Susanto, Ferial
Menara SUTET Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Menara SUTET Perusahaan Listrik Negara (PLN) (cbc.ca)

VIVAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan idealnya suatu negara menjadi negara industri maju setiap orang harus dapat menerima aliran listrik sebesar 2000 kilowatt hours (kwh) per tahun.

"Kondisi sekarang kita masih 500 kwh pertahun," ujar Anggota Komite Penanaman Modal Bidang Teknologi Energi BKPM, Meirios Moechtar seusai acara diskusi Toward the 1st Commercial WindFarm in Indonesia di Hotel Four Season Jakarta Rabu 31 Maret 2010.

Menurut dia, target inilah yang sedang dikejar oleh BKPM dalam Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) dalam kurun waktu 15 tahun mendatang.

Kondisi ini, kata dia, dialami oleh China pada 20 tahun lalu, namun saat ini Negeri Tirai Bambu menjadi raksasa industri baru di dunia karena berhasil memenuhi kebutuhan listrik penduduknya dimana setiap orang mendapatkan 1600 kwh pertahun.

"Pemerintahnya getol, pengembangnya diberi insentif dengan cara bunga cuma 6 persen," kata dia.

Hasilnya, dia menjelaskan China saat ini menjadi negara dengan ekonomi terbesar dua dunia dan mengalahkan Jepang bahkan pada 2020 diprediksi bisa menempati posisi nomor satu di dunia.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
deka
31/03/2010
dalam penggunaan listrik bisa menggunakan geothermal yang belum termanfaatkan secara optimal hanya berapa 1% pdahal potensi sampai 40% atau kalu bisa mengolah gunung merapi itu yang mengeluarkan sumber tenaga panas itu bisa lebih ramah lagi... tidak seper
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com