BISNIS

Pasokan Tersendat, Neraca Gas Direvisi

Dalam revisi akan dimasukan gas dari lapangan Donggi Senoro.

ddd
Sabtu, 15 Mei 2010, 16:28 Umi Kalsum, Ferial
 
  (AP Photo/Sergei Chuzavkov)

VIVAnews - Pemerintah berencana melakukan revisi neraca gas  menyusul masih belum terpenuhinya pasokan dalam negeri. Gas dari lapangan Donggi Senoro akan dimasukkan dalam penghitungan.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas (Migas) Ditjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan revisi akan dilakukan dengan pertimbangan kebutuhan defisit dan alokasi gas domestik apalagi rencana pembangunan floating storage receiving terminal (FSRT) yang direncanakan juga belum dibangun. "Secara terus menerus akan kita lakukan evaluasi," ujar dia di Jakarta Sabtu 15 Mei 2010.

Menurut dia, dalam revisi  akan dimasukan gas dari lapangan Donggi Senoro, serta penghitungan kembali kebutuhan gas pupuk dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero).

Belum terpenuhinya pasokan, kata dia, bukan terjadi defisit gas tetapi akibat tidak memadainya infrastruktur. "Contohnya kita punya gas di Tangguh tetapi kan untuk dibawa ke Jawa tidak ada infrastrukturnya," kata dia. Sedangkan untuk membangun pipa membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu tiga tahun.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  mendesak agar modifikasi LNG Terminal Arun bisa dipercepat. Terminal ini diharapkan bisa menjadi terminal darurat sambil menunggu Floating Storage Receiving Terminal di Sumatera Utara dan Jawa Barat selesai dibangun.

”Kalau kita menunggu receiving terminal yang mau dibangun, kelihatannya masih makan waktu sekitar 1,5 tahun. Makanya kita berharap agar terminal darurat ini bisa selesai lebih cepat,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

Menurut Mustafa,  modifikasi LNG terminal Arun milik ExxonMobil tersebut nantinya akan dikerjakan oleh perusahaan patungan Pertamina dan PGN atau bisa saja dikerjakan oleh Pertamina atau PGN.  Saat ini kedua BUMN yang bergerak di sektor Migas tersebut sedang melakukan kajian mengenai modifikasi dari proyek tersebut. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru