BISNIS

Kisah Eka Tjipta, Taipan Terkaya Kedua RI

Pemilik Grup Sinarmas ini memiliki kekayaan US$ 4 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.

ddd
Senin, 31 Mei 2010, 12:09 Hadi Suprapto
Eka Tjipta Widjaja
Eka Tjipta Widjaja (ekatjiptafoundation.org)

VIVAnews - Majalah Globe Asia kembali mengumumkan daftar orang terkaya di Indonesia pada Senin 31 Mei 2010. Urutan pertama masih dipegang oleh bos Grup Djarum, Budi Hartono.

Taipan kawakan Eka Tjipta Widjaja berada di peringkat kedua dari 10 orang terkaya Indonesia. Dia adalah pengendali Grup Sinarmas yang memiliki kekayaan US$ 4 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.

Eka Tjipta adalah salah satu pengusaha yang besar di jaman Orde Baru, sempat meredup saat krisis dan sekarang bangkit kembali. Di jajaran orang kaya dunia versi majalah Forbes 2010, Eka Tjipta tidak masuk daftar tujuh wakil Indonesia. Namun, namanya masuk dalam jajaran orang kaya Indonesia versi majalah Globe Asia 2010.

Usaha Grup Sinar Mas menggurita dari bubur kertas hingga ke perkebunan. Eka Tjipta mengendalikan usahanya melalui empat grup, yaitu Asia Pulp & Paper Group, PT Sinar Mas Multi Artha Tbk, Asia Food & Properties Limited, dan PT Smart Tbk. Selain itu, Eka Tjipta juga memiliki yayasan sosial, Eka Tjipta Foundation.

Eka Tjipta dilahirkan dari keluarga miskin di Coan Ciu, Hokian, pada 3 Oktober 1923. Pada 1931 dia migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam wawancara dengan tim Eka Tjipta Foundation, dia mengaku hidup dari keluarga susah. Setiap hari hanya bisa makam bubur dan ubi. "Karena keadaan yang sulit ini, saya tidak bisa menyelesaikan pendidikan sekolah dasar," katanya.

Dia mengaku harus membantu ayahnya berdagang kelontong. Sejak usia sembilan tahun, berbekal sepeda dan barang eceran dari toko milik ayahnya, ia menjual barang-barang makanan dari pintu ke pintu.

Beberapa tahun kemudian, Eka Tjipta mengatakan, saudaranya menawarkan bantuan menyelesaikan sekolahnya. Tetapi saat itu tentara Jepang mulai masuk dan menjajah Indonesia. Karena itu, dia masih belum bisa meneruskan pendidikan. Sampai umur 12, Eka Tjipta baru bisa mulai meneruskan kembali pendidikan sekolah dasarnya.

"Boleh dibilang bahwa modal saya saat itu hanya ijazah SD, saya tidak punya uang untuk modal dagang," katanya.

Pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan, saat itu masih banyak jalan-jalan yang sulit dilewati sepeda. "Jadi tidak jarang saya terpaksa memikul sepeda," katanya.

Ia juga mengaku berbagai pekerjaan pernak dilakoni, termasuk kerja non-stop selama 26 jam tanpa tidur. "Tapi menurut saya kesulitan apa pun yang kita hadapi, asal kita punya keinginan untuk berjuang, pasti semua bisa diatasi," katanya.

Kini Eka Tjipta telah menjadi taipan sukses yang memiliki lebih dari 200 perusahaan dengan ratusan ribu karyawan. Menurut dia, bila satu orang menanggung beban hidup satu keluarga dengan tiga anggota lain, 1 juta lebih penduduk bergantung kepada Sinar Mas.

"Angka ini relatif kecil dibandingkan total keseluruhan penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta jiwa," katanya. Bahkan, kata dia, sepuluh perusahaan seperti Sinar Mas pun belum cukup untuk menghidupi penduduk Indonesia.

"Kita semua harus saling giat dan saling membantu untuk memecahkan masalah kemiskinan dan masalah sosial lainnya," tambah Eka.


Berikut sejarah singkat Eka Tjipta Widjaja, seperti dikutip dari laman Eka Tjipta Foundation:

3 Oktober 1923

Eka Tjipta dilahirkan di Hokian, China.

1931

Eka Tjipta hijrah ke Makasar

1932
Pada usia 9 tahun, ia mencoba berdagang dari pintu ke pintu, dan menjajakan produk toko eceran milik orangtuanya.

1938-1941
Usia 15 tahun jiwa entrepreneurship Eka Tjipta semakin tumbuh. Bermodalkan jaminan ijazah SD, ia berdagang kecil-kecilan, seperti biskuit dan permen.

1942-1945
Berdagang barang bekas sisa peledakan pelabuhan semen oleh tentara Belanda. Lalu berkembang menjadi pemborong rumah. Ia mulai menggeluti bisnis minyak kelapa dengan bermodalkan 4.000 kaleng minyak kelapa. Namun bisnis ini gagal karena peraturan monopoli perdagangan minyak oleh tentara Jepang.   Eka juga melirik bisnis terigu, dan akhirnya beralih ke industri rumahan kembang gula. Hasil keuntungan dikumpulkan untuk investasi tanah.

1945–1949
Usaha grosir produk makanan dan sebagai rekanan CIAD (Corps Intendans Angkatan Darat/TNI)

1950–1955
Pedagang kopra, bahan baku minyak kelapa.

1957
Berdagang hasil bumi, dari Surabaya dijual ke Manado, dari Manado menjual kopra dan buah pala ke Makassar. Pada Juni 1957 ia memiliki 4.000 ton kopra

1960
Hijrah ke Surabaya. Eka memiliki kebun kopi dan kebun karet di Jember, pabrik minyak kelapa dan penggilingan padi di Ciluas, Serang. Namun perusahaan merugi, perusahaan dijual separuh harga. Lalu dia mendirikan CV Sinar Mas yang melakukan ekspor hasil bumi dan impor tekstil.

Lalu ia mendirikan PT Tjiwi Kimia yang bergerak di bidang bahan kimia, yang kemudian berkembang menjadi pabrik kertas mendirikan pabrik bubur kertas  PT Indah Kiat Pulp & Papaer di Tangerang. Berikutnya, ia mendirikan perkebunan kelapa sawit melalui PT Smart, serta pernah memiliki Bank International Indonesia (BII). Saat ini Sinarmas Grup mengoperasikan Bank Sinarmas (sebelumnya bernama Bank Shinta). (hs)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
faqih
04/11/2010
bangsa ini miskin dengan orang2 seperti pak Eka.. mayoritas bangsa ini jadi kacung saja...
Balas   • Laporkan
slamet tarigan
15/10/2010
sebuah bukti bahwa tanpa titel dan gelar bisa menjadi anda sukses bukan gelar dantitel tapi usaha pantang menyerah anda yg membuat anda menjadi orang yg harus di contoh salut buat pak eka sukses selalu
Balas   • Laporkan
pepe
16/09/2010
hebat pak eka.........semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat anak-anak indonesia.........
Balas   • Laporkan
Ahmad Mustain
28/08/2010
Sumber inspirasi dan motivasi bagi kaum muda Indonesia umunya dan para karyawan muda sinarmas seperti kami, , , maju terus SINARMAS,,,,,,, KAMI ADALAH SINARMAS TERANG BERTEKAD JADI YANG TERBAIK TUK INDNESIA IBU PERTIWI (SMART ENGINEER INSTIPER 2009)
Balas   • Laporkan
dwi
30/06/2010
Tolong saya dipinjami talangan dana untuk modal awal lagi, bunga lunak. Akibat musibah kebakaran. Tks
Balas   • Laporkan
Andry
11/06/2010
saya salut dengan anda.anda adalah inspirasi saya oleh karena itu saya bergabung dengan salah satu perushaan dari grup sinar mas. ewako...sinar mas
Balas   • Laporkan
Pranan Jaya Barus
07/06/2010
Saluuuut Modal Jaminan Ijazah SD.... Tapi Mungkin Yang Terutama Bukan Ijazahnya.. Melainkan Keuletan, Kesabaran, Dan Terpenting Kejujuran Untuk Menggalang Kepercayaan ... Saluuut Pak, Eka... GBY
Balas   • Laporkan
hendra
03/06/2010
mas allan, DPR mana punya pemikiran begitu yang ada di otaknya cuma: gmn caranya uang bekas kampanye cepat kembali, gmn caranya partai menang, gmn caranya lawan politik hancur,ga peduli negara hancur yang penting partai dan dirinya menang dan dpt uang bny
Balas   • Laporkan
Ernaning
03/06/2010
Ruaarbiasa...salahsatu orang terhebat diindonesia ..ternyata tanpa korupsipun bisa menjadi kaya raya..yang penting usaha ada yang mau ikut jejaknya.??dari nothing menjadi something...2 jempol buat Om eka...
Balas   • Laporkan
Allan Gerald Limahelu
03/06/2010
kalo anggota DPR yang banyak terdiri dari pengusaha2 sukses, punya pemikiran seperti pak Eka, pasti banyak tercipta lapangan kerja...daripada duduk disinggasana hanya mencari kekuasaan dan kekayaan pribadi...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com