BISNIS

10 Propinsi Paling Miskin di Indonesia

Angka kemiskinan tertinggi itu justru terjadi di wilayah dengan sumber alam melimpah.

ddd
Rabu, 25 Agustus 2010, 06:10 Heri Susanto
Warga Miskin
Warga Miskin (Surabaya Post / Samsul Hadi)

VIVAnews - Hasil Sensus Nasional terbaru Badan Pusat Statistik telah merekam data perkembangan terbaru mengenai angka kemiskinan di Indonesia. Hasil sensus itu juga memetakan wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup parah.

"Kemiskinan adalah salah satu masalah mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah negara manapun, karena salah satu tugas pemerintah adalah menyejahterakan masyarakat," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam penjelasan hasil Sensus Nasional yang dirilis baru-baru ini, berbarengan dengan ulang tahun RI ke-65.

Rusman mengakui jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 memang telah berkurang 1,51 juta orang menjadi 31,02 juta orang (13,33 persen) dibandingkan dengan Maret 2009 sebanyak 32,53 juta orang. Namun, angka kemiskinan itu terbilang tinggi.

Yang dimaksud dengan penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Angka garis kemiskinan pada Maret 2010 adalah Rp211.726,- per kapita per bulan.

Ketersediaan data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran, menurut Rusman, sangat penting digunakan untuk mengevaluasi kebijakan strategis pemerintah terhadap kemiskinan. Ini juga penting untuk membandingkan kemiskinan antarwaktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka.

Jika membandingkan antar daerah, BPS mencatat sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan kemiskinan yang tinggi. Bahkan, angka kemiskinan yang tertinggi itu justru terjadi di wilayah dengan kekayaan sumber alam melimpah, seperti Papua dan Papua Barat. Prosentase angka kemiskinannya mencapai 34-36 persen, jauh lebih besar dibandingkan rata-rata nasional sebesar 13,33 persen.

Selain Papua, propinsi lain yang memiliki prosentase penduduk miskin tinggi adalah Maluku, Nusa Tenggara, Aceh, Bangka Belitung dan lainnya. Jumlah penduduk di propinsi-propinsi tersebut yang memang tidak sebanyak di Jawa, tetapi secara prosentase dibandingkan total penduduk di wilayah tersebut, kelompok orang miskinnya sangat tinggi.

10 Propinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi (%)

No Propinsi Angka Kemiskinan
1 Papua Barat 36,80
2 Papua 34,88
3 Maluku 27,74
4 Sulawesi Barat 23,19
5 Nusa Tenggara Timur 23,03
6 Nusa Tenggara Barat 21,55
7 Aceh 20,98
8 Bangka Belitung 18,94
9 Gorontalo 18,70
10 Sumatera Selatan 18,30

Sumber: Sensus Nasional BPS 2010

 

Agar pengukurannya terpercaya, menurut Rusman, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Konsep ini tidak hanya digunakan oleh BPS tetapi juga oleh negara-negara lain seperti Armenia, Senegal, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, Sierra Leone, dan Gambia. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Menurut pendekatan ini, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK). Secara teknis GK dibangun dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).

GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari; sedangkan GKNM merupakan kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

"Pengukuran kemiskinan yang terpercaya dapat menjadi instrumen bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada perbaikan kondisi hidup orang miskin," kata Rusman.

Pengurangan kemiskinan sepanjang periode Maret 2009-Maret 2010 menjadi salah satu acuan bagaimana strategi yang bisa diterapkan. Pada periode itu angka kemiskinan berkurang 1,51 juta orang, menurut catatan BPS, terjadi karena sejumlah hal.

Pertama, inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 3,43 persen. Kedua, rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3,27 persen dan 3,86 persen selama periode Maret 2009-Maret 2010.

Ketiga, produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan II) mencapai 65,15 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sekitar 1,17 persen dari produksi padi tahun 2009 yang sebesar 64,40 juta ton GKG. 

Keempat, sebagian besar penduduk miskin (64,65 persen pada 2009) bekerja di sektor pertanian. Nilai Tukar Petani naik 2,45 persen dari 98,78 pada Maret 2009 menjadi 101,20 pada Maret 2010.

Kelima, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2010 tumbuh sebesar 5,7 persen terhadap Triwulan I 2009, sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3,9 persen pada periode yang sama.

Baca Juga:
10 Wanita Cantik Warisi Miliaran dolar
Ditemukan, Tata Surya Terbesar
Pasha Ungu Gandeng Kekasih Baru
Ormas Malaysia Kecam Demo Jakarta



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
SUNEO
01/08/2011
Papua dimiskinkan oleh pemerintah pusat sebab royalti tambang emasnya sngt kecil selain itu pemerintah pusat tdk berdaya merubah kontrak dngn JP Morgan Pt.Prefort pny negara pengutang terbesar dunia yitu Amerika,,sebab PARA PEJABAT PEMRINTAH PUSAT SDH DIB
Balas   • Laporkan
johny
28/01/2011
sy orang bandung ajah ga setuju kalo papua n sumsel paling miskin, nih survey dulu ga sih?
Balas   • Laporkan
Gio Asona
12/01/2011
Maun gimana lagi,,, Udah nasib Indonesia Punya Pejabat Biadab,, Tikus berdasi berkeliaran di mana-mana Nauzubillah!! bsk biar mreka yg pertnggung jwbkan di Akhirat
Balas   • Laporkan
Rakyat
12/01/2011
pada masa OTONOMI DAERAH ini sbnrny miskin atau tidaknya suatu propinsi trgntung pd kepala daerahnya. PAPUA sdh lbh mndpat prioritas, dana OTONOMI KHUSUSny GEDE, ayooo JANGAN DIKORUPSI dananya!!!
Balas   • Laporkan
edi
29/11/2010
ane gak ngerti dengan papua....kok bisa jadi provinsi termiskin di indonesia??? padahal sumberdayanya sangat melimpah.........
Balas   • Laporkan
Martinus Letsin
25/11/2010
Bukan miskin, jelasnya tidak di perhatikan setelah mengambil kekayaan alam Papua, kata miskin yg membuat mereka ingin terlepas dari NKRI. Negara Belanda tdk perna bilang Tanah Papua Miskin sebabnya Negara Belanda lebih di cintai org Papua di banding NKRI.
Balas   • Laporkan
hendrik
25/11/2010
saya tidak setuju papua paling miskin...yang paling miskin itu adalah propinsi DKI JAYA no 33.kenapa papua di bilang miskin karena terus-terusan di RAMPOK...oleh Pemerintah dan AS!sejak jaman dulu...berarti pemerintah kita melanggar UUD 1945 Pembukaan al4
Balas   • Laporkan
imran
24/11/2010
hayo penguasa-penguasa NTB, bantu terus keluarga dan kelompok mu biar NTB makin miskin. keluarga lebih penting daripada rakyat lainnya. tindakanmu slama ini sudah benar, kembangkan lagi biar NTB naik ke peringkat 1.
Balas   • Laporkan
yokiwa
24/11/2010
nda mungking Papua termasuk propinsi yang paling miskin... di mana mata para pejabat negara???? kita tahu bersama justrus Papua yang kaya akan sumber daya alam, kok diblng MISKIN..!!!! SANGAT DI SAYANGKAN...
Balas   • Laporkan
chartenz
04/11/2010
Untuk Perentah Indonesia mulai dari Pusat sampai Daerah Provinsi Papua. tolong untuk jangan berdiam diri dan menikmati hasil Alam Papua yang kaya ini sendiri tetapi tolong untuk digunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran Rakyat Papua yang miskin ini.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com