BISNIS

Harga Cabai Keluar dari Perhitungan Inflasi?

Upaya itu dilakukan agar laju inflasi sesuai dengan perhitungan tingkat kesejahteraan.

ddd
Jum'at, 7 Januari 2011, 15:39 Antique, Syahid Latif
Agus Martowardojo dan Anny Ratnawati
Agus Martowardojo dan Anny Ratnawati (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) sedang mengkaji untuk mengeluarkan atau minimal mengurangi bobot kontribusi komponen cabai dalam perhitungan inflasi. Hal itu dilakukan agar laju inflasi benar-benar sesuai dengan perhitungan tingkat kesejahteraan.

"Kemarin, saya dengar BPS akan melakukan review mengenai itu. Itu bagus," kata Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat 7 Januari 2010.

Menurut Anny, kelompok komoditas (bundle of commodity) yang berpengaruh pada inflasi selama ini memang selalu ditinjau tingkat konsistensinya dan kelayakannya sebagai penyumbang pada inflasi.

Inflasi, ujar dia, sebenarnya ukuran yang dampaknya berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. "Jadi, memang bundle of commodity-nya harus menangkap itu," kata Anny.

Anny menuturkan, pemerintah sepenuhnya akan menyerahkan teknik penentuan inflasi tersebut kepada BPS. Begitu juga dengan komoditas apa saja yang bisa dikeluarkan atau dikurangkan bobotnya.

Ketika disinggung apakah ini hanya terbatas pada komoditas cabai, Anny mengatakan bahwa ketentuan perhitungan kontribusi penyumbang inflasi berlaku untuk seluruh komoditas. Namun, pada kondisi saat ini, komoditas cabai memang menjadi pemicunya.

"Kan di sana ada beberapa jenis cabai yang masuk. Ada cabai merah, cabai rawit atau apa. Padi masuk, beras juga masuk. Jadi, supaya BPS melihat kembali lah," kata Anny.

Terkait persoalan di daerah yang juga turut memicu inflasi, dia mengatakan masalah distribusi memang menjadi perhatian utama. "Makanya, kami harus memperbaiki dari sisi distribusi. Terutama, distribusi dan ketersediaan di masing-masing wilayah itu harus lebih baik," ujarnya. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wisnu2306
13/01/2011
Sejak kapan survey BPS itu akurat dan akuntable ???
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com