BISNIS

SBY: PDB Indonesia Peringkat 16 Besar Dunia

SBY juga membanggakan kinerjanya yang mencapai rekor tertinggi.

ddd
Senin, 10 Januari 2011, 13:42 Nur Farida Ahniar, Bayu Galih
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membanggakan hasil pencapaiannya selama 2010. Salah satunya, Yudhoyono bangga Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai US$700 miliar berada di peringkat 16 dunia.

Hal tersebut diungkapkan Yudhoyono pada saat membuka Rapat Kerja Pelaksanaan Program Pembangunan yang dihadiri seluruh menteri dan gubernur dan bupati se-Indonesia. Paparan yang menyebutkan keberhasilan SBY itu salah satunya pencapaian pemerintah dalam mencapai rekor baru dalam indikator ekonomi.

Beberapa yang mencapai rekor yaitu pendapatan per kapita yang US$3000 per tahun, cadangan devisa yang mencapai US$96,2 miliar per 31 Desember 2010, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor dan mencatat kinerja terbaik se Asia Pasifik. IHSG akhir tahun 2010 ditutup di level 3.703,51 atau menguat sebesar 46,13 persen sepanjang 2010.

"PDB Indonesia juga masuk peringkat 16 dunia," ujar Yudhoyono di Jakarta Convention Center, Senin, 10 Januari 2011.

Pada 2009, posisi PDB Indonesia masih berada di peringkat 18, masih di bawah Turki yang berada di posisi 17. 

Lantas, apa saja klaim keberhasilan SBY yang dipaparkan di acara tersebut?

Pertama, ekonomi terus tumbuh dan berkembang dengan fundamental yang makin kuat. Hal itu ditunjukkan dengan capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan daya saing Indonesia yang meningkat di percaturan global.

Kedua, sejumlah indikator kesejahteraan rakyak mengalami kemajuan.

Ketiga, stabilitas politik terjaga dan kehidupan demokrasi makin berkembang. Hal itu ditunjukkan dengan check and balances antara pemerintah pusat dan DPR, pemilu yang berjalan lancar.

Keempat, pemberantasan korupsi, terorisme, dan narkoba mencatat sejumlah prestasi meski terjadi berapa kasus besar dan kelemahan dalam penegakan hukum.

Kelima, keamanan dalam negeri terjaga dengan baik, meski ada konflik komunal berskala kecil.

Keenam, iklim investasi dan pelayanan publik di banyak daerah mengalami kemajuan meski masih terjadi hambatan birokrasi.

Ketujuh, kemiskinan dan pengangguran dapat terus diturunkan meski rawan dengan gejolak perekonomian dunia.
 
Kedelapan, beberapa indkator ekonomi penting mencatat rekor baru dalam sejarah. Yudhoyono menyebutkan beberapa yang mencapai rekor itu adalah pendapatan per kapita, cadangan devisa, IHSG yang naik dan menyentuh rekor sepanjang sejarah. "Yang jelas kita masuk G20," ujar SBY bangga.

Kesembilan
, upaya pengembangan UMKM, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan makin baik di seluruh daerah.

Kesepuluh, Indonesia makin berperan dalam hubungan internasional dan ikut mengatasi krisis ekonomi global, memelihara perdamaian dunia dan bekerjasama dalam mengatasi perubahan iklim.

"Pada tahun 2011 kita laksanakan East Asia Summit, dan sejumlah pertemuan internasional. Ini menunjukkan kita semakin berperan pada dunia internasional," ujarnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
amih
13/01/2011
PDB bgs tp sy tdk merasakan hidup di negara makmur,malah merasakan hidup di negara yg sebaliknya...liat disekitar kita
Balas   • Laporkan
popogemes
12/01/2011
yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin :-(
Balas   • Laporkan
Den Bewok
12/01/2011
Klo buat hitungan di atas kertas, semua org juga bisa kaleeee......yang naik pendapatannya, cuman kluarga penjahat dan pejabat............jgn jgn hitungan dibuat cuman berdasarkan data penduduk yg seperti GAYUS aj nich.....
Balas   • Laporkan
viva
12/01/2011
Gue tetap aja tidak percaya, jadi teruskanlah dengan kebohongan elu
Balas   • Laporkan
armandab
11/01/2011
wahhh, dah tajir ye kite? hehehehe
Balas   • Laporkan
ok pak, lanjutkan. mudah2an kemajuan ekonomi indonesia dan pengaruh indonesia dimata dunia secara bertahap bisa membuat negara kita lebih berkembang dan menjadi negara maju. klo masalah kelaparan dan rakyat miskin, di amerika juga masih banyak tunawisma.
Balas   • Laporkan
vivauser | 11/01/2011 | Laporkan
iya tunawisma, tapi gak mati karena kelaparan karena ada dapur umum boss.
penonton
11/01/2011
Berharap ekonomi Indonesia lebih maju dan dapat bersaing dengan negara lain....terutama ASEAN.
Balas   • Laporkan
idiot
10/01/2011
memuji diri,
Balas   • Laporkan
mika
10/01/2011
okey, memang besar. gak diumumkan juga asal duit yg hutangan?
Balas   • Laporkan
Pencari_Kebenaran
10/01/2011
... ... ... harga barang2 kebutuhan sehari2 bahkan cabai saja mencapai puncaknya! Sementara rekayasa kasus hukum sampai-sampai melibatkan lembaga2 penegak hukum. Masihkah mesti dilanjutkan?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com