BISNIS

Anggaran Kemiskinan Rp2,8 Triliun Dipercepat

Penyaluran yang biasanya Mei-April dipercepat Januari-Maret.

ddd
Rabu, 2 Februari 2011, 15:27 Nur Farida Ahniar, Syahid Latif
Program Penurunan Kemiskinan
Program Penurunan Kemiskinan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pemerintah akan menyalurkan anggaran bagi masyarakat miskin sebesar Rp2,8 triliun. Penyaluran yang biasanya dilakukan pada April-Mei kini dipercepat Januari-Maret 2011.

"Dana ini belum digelontorkan, ada masalah dari sisi administrasi penganggaran. Ini yang ingin kami selesaikan Februari dan Maret sekaligus untuk tiga bulan," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, di kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Jalan Wahidin, Jakarta, Rabu, 2 Februari 2011.

Armida menjelaskan, dana itu akan dialokasikan untuk program beasiswa anak keluarga miskin, santunan orang cacat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dan beras miskin. Program sosial lain yang masuk dalam anggaran tersebut adalah program padat karya, pelayanan dasar, serta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Tahun ini, menurut dia, pemerintah menganggarkan dana Rp58,6 triliun untuk penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial. Pemerintah juga sedang menyiapkan rancangan instruksi presiden tentang antisipasi dan respons cepat menghadapi kondisi iklim.

Salah satu aturan hukum lainnya yaitu peraturan presiden mengenai bantuan langsung benih unggul dan pupuk. Aturan itu diperlukan terutama untuk mengamankan produksi beras nasional. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
udadoan
02/02/2011
YTH Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, ngapain pula di umumkan kalo dananya belon ada, malah yang ada ang ngaku kere ikutan pula antri , apa kagak kebayang tuh bakalan nyerbu tempat pembayaran
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com