Cegah Inflasi, Jaga Kebutuhan Kelas Menengah

DR. Rusman Heriawan (Kepala Badan Pusat Statistik)
Sumber :
  • Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta produsen untuk memperhatikan kebutuhan kelas menengah yang mencari barang dengan mutu yang lebih tinggi. Jika tidak, jumlah kelas menengah yang meningkat dikhawatirkan dapat memicu peralihan ke barang impor, sehingga menyebabkan inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik, Rusman Heriawan, mengatakan peningkatan kelas menengah tersebut disertai dengan perkembangan kebutuhan dengan gaya hidup yang meningkat. Jika peningkatan itu tidak diimbangi dengan suplai, bisa terjadi inflasi. Untuk itu, produsen perlu merespons kebutuhan konsumtif dari kelas menengah.

"Yang bahaya ialah bisa terjadi inflasi kalau demand mereka yang sudah meningkat tidak dipenuhi dengan supply dari sektor-sektor produksi," kata dia kepada VIVAnews.com di Jakarta, Selasa 1 Maret 2011.

Untuk mencegahnya, Rusman melanjutkan, harus diketahui dulu pola konsumsi golongan menengah tersebut. Meski sandang sudah bukan menjadi masalah, tentunya golongan ini ingin memperoleh kualitas yang lebih baik. Untuk itu, sektor produksi harus cerdas merespons kondisi tersebut.

Menurut dia, sektor produksi harus mulai bergeser dari produksi dasar ke produksi yang berkualitas, meski dengan barang yang sama. Jika tidak, kelas menengah dikhawatirkan lebih memilih barang impor.

Rusman menjelaskan, kenaikan kelas menengah tersebut wajar, karena pendapatan per kapita saat ini naik menjadi US$3.000. Artinya, pendapatan pekerja dari golongan atas, menengah, dan rendah juga naik.
"Hanya, kelas menengah peningkatannya lebih baik, secara persentase lebih tinggi," katanya.

Selain itu, Rusman menyarankan permintaan golongan menengah yang sudah mulai tinggi sebaiknya digunakan untuk investasi ke aset produktif seperti reksa dana, saham, dan lainnya. (art)

Iran Bantah Rudal Israel Meledak di Isfahan: Itu Drone yang Ditembak Jatuh
Alvina Elysia Dharmawangsa

Mengenal Sepak Terjang Karier Alvina Elysia, Dirut Perempuan di Anak Perusahaan Pupuk Kaltim

Alvina Elysia Dharmawangsa Mengawali karier di tahun 2008 sebagai staff Process Engineer di pabrik Pupuk Kaltim usai menuntaskan pendidikan tingginya dari jurusan Teknik

img_title
VIVA.co.id
19 April 2024