BISNIS

Pengusaha SPBU Minta Pengecer BBM Ditindak

Tentunya, kalau ingin ditindak harus sampai ke akar-akarnya, jangan pilih-pilih.

ddd
Jum'at, 27 Mei 2011, 06:06 Antique
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi atau Hiswana Migas berharap Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas menindak tegas penjual bahan bakar minyak bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan.

"Jadi, jangan hanya oknum pengelola SPBU yang dikenai sanksi, tapi para pengusaha eceran BBM juga mesti ditindak," kata Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.

Menurut Eri, timbulnya tindakan menjual BBM bersubsidi tidak sesuai peruntukan dan secara ilegal tersebut diduga didorong aksi para pengecer yang mengiming-imingi keuntungan besar atau mengajak kerja sama dengan manajemen SPBU yang nakal. "Tentunya, kalau ingin ditindak harus sampai ke akar-akarnya, jangan pilih-pilih," ujarnya.

Dia menambahkan, semestinya BPH Migas atau PT Pertamina menempatkan orang di setiap SPBU untuk mengawasi penjualan BBM yang menggunakan wadah penampungan minyak (jerigen) atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi. Sebab, hal itu diketahui menjadi modus penjualan BBM bersubsidi secara ilegal.

Sebelumnya, BPH Migas mengungkapkan modus penyelundupan BBM bersubsidi ditengarai sering dilakukan menggunakan jerigen atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi.

Hasilnya, menurut BPH Migas, Tubagus Haryono, BBM subsidi yang diselundupkan bisa menimbulkan kerugian negara sebesar Rp600 juta per bulan atau sama dengan Rp7,2 miliar per tahun. "Kelihatannya ada asosiasi penyalahgunaan BBM bersubsidi," ujarnya.

Tubagus mengatakan, alasannya kecurigaan dirinya terhadap modus kejahatan tersebut setidaknya mendorong BPH Migas merazia sejumlah SPBU. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
haryanto
27/05/2011
pengecer bensin kalangan kecil di brantas...ujung2nya nanti di munculkan pengecer seperti minimarket,yg dagang para oknum yg punya jabatan di wilayah tsb/org kaya. Dulu alfa,indomart dll tdk ada.warung2 kecil bisa dagang.Lha sekarang pd bangkrut,miskin
Balas   • Laporkan
me
27/05/2011
Setuju, silahkan dipantau langsung di Kalimantan Selatan, wilayah Rantau sd Tanjung yang marak pengecer ngantri di SPBU menggunakan mobil mobil butut. Apakah mereka dari kalangan bawah ? jangan salah, rumah mereka besar, mobil mereka ada yang lain .
Balas   • Laporkan
remaja
27/05/2011
para pengecer pikirannya hanya untuk sekedar bertahan hidup bung...kalau harus ditindak ya harus dipikirkan juga alternatif bagi mata pencaharian mrk..
Balas   • Laporkan
HADI KURNIAWAN
27/05/2011
katanya pemberdayaan nelayan itu perlu, namun apa nyatanya bahkan pembelian bahan bakar dibatasi tak boleh memakai jirigen. kalau penjual eceran ikut ditindak apa anda mau memfasilitasi wilayah saya 3 kec 1 SPBU menjadi Lebih banyak SPBU Lagi
Balas   • Laporkan
HADI KURNIAWAN
27/05/2011
yang biLang pengecer itu harus ditindak itu orang yg hanya memandang dari satu sisi saja, anda enak hidup di wiLayah perkotaan setiap 1 km ada SPBU coba Lihat wiLayah pedesaan yang hanya 1 kec hanya ada 1 SPBU, bahkan wiLayah saya 3 kec 1 SPBU camkan itu
Balas   • Laporkan
Adjie
27/05/2011
Eceran yang dimaksud ya mana ya? apa penjual bensin literan yang ada di pinggir jalan yang ngejual premium dengan harga 5000 dan itu jg cuma beberapa liter aja? klo itu yang di maksud maka anda tak tahu diri...bisnis 500 perak keuntungan dgn milyaran!
Balas   • Laporkan
habib
27/05/2011
lho pak yang di tindak jangan yang beli pakai jerigen dong itu murni jualan eceran di kampung...bukan di salahkan yang jualanya..........penyelundup bbm dalam skala besar itu boss yang menyelundupkan bbm ke luar indonesia .yang merugikan negara milyaran
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com