BISNIS

ABC: Sapi Australia Diperlakukan Kejam di RI

Australia menunda ekspor sapinya ke tiga rumah pemotongan di Indonesia

ddd
Sabtu, 28 Mei 2011, 19:57 Arfi Bambani Amri, Febry Abbdinnah
Sapi Australia
Sapi Australia (agmastes.com)

VIVAnews - Australia menunda ekspor ternak sapi ke tiga rumah pemotongan hewan di Indonesia setelah ABC Australia menemukan gambar yang disebut berisi kekejaman atas sapi ekspor Australia itu. Rekaman kekejaman tersebut difilmkan oleh juru kampanye hak asasi binatang dan akan ditayangkan di program ABC's Four Corners.

Industri ekspor binatang Autralia panik. Pasalnya, program televisi ABC's Four Corners akan disiarkan pada hari Senin, 30 Mei 2011 nanti. Dikhawatirkan cuplikan tersebut dapat memicu larangan Federal pada industri yang telah memberikan devisa 500 juta dolar Australia ini.

Asosiasi pengembala dan peternak domba di Australia Barat telah memberikan apresiasi terhadap larangan tersebut. Menurut mereka, hal ini memberikan pesan yang kuat untuk para industri potong hewan ternak bahwa kekejaman terhadap binatang akan ditangani dengan serius.

"Industri ekspor peternakan Australia seharusnya mengetahui bahwa ternaknya diperlakukan dengan buruk," ujar Dawn Lowe dari aktivis hak hewan Animals' Angels, seperti dikutip oleh ABC News.

Perwakilan industri LiveCorp mengatakan bahwa rekaman tersebut telah membuat produsen sapi marah karena beberapa tahun terakhir ini mereka telah meningkatkan standar kesejahteraan hewan-hewan ternak mereka.

Rekaman tersebut dikatakan lebih buruk dibanding kekejaman ekspor ternak ke Mesir lima tahun lalu yang memaksa pemerintah Australia menangguhkan perdagangan.

Akibatnya dari rekaman ini, industri ekspor peternakan Australia telah menghentikan ekspor ke ke tiga rumah pemotongan hewan Indonesia, walaupun masih menyisakan lebih dari 100 yang masih beroperasi.

Diketahui, perdagangan ternak Indonesia adalah bisnis besar bagi Australia karena lebih dari 500.000 sapi diekspor setiap tahun. Ternak terutama diekspor dari Pelabuhan Darwin di Northern Territory, dan Broome dan Wyndham di Australia Barat. Industri ternak the Northern Territory telah menghasilkan lebih dari 400 juta dolar secara langsung dan 800 juta dolar secara tidak langsung bagi perekonomian Territory.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dio
31/05/2011
Saya percaya hsl tmuan org Australia, sebagai bangsa yg mayoritas muslim ini sangat memalukan, kmn aja MUI selama ini, apa krna MUI sibuk ngurusin film bioskop yg atau rokok yg di haramkan menurut MUI.
Balas   • Laporkan
birublue
31/05/2011
Kekejaman pada hewan di RI disebabkan karena kita harus memenuhi syariat Islam dalam memotong : Hewan disayat lehernya ketika sadar, dan terpaksa mengalami sekarat dalam 5-10 menit (standar international 30 Detik). Agama Rahmat ????? ..... kah ???????
Balas   • Laporkan
Ferry Suryana S.Sn
31/05/2011
Cara Islam memang harus disembelih,,,yang harus tumbangkan ,,tapi dinas pertanian dan peternakan jg harus cek biar ada kerjaan mereka,,,
Balas   • Laporkan
anaking
30/05/2011
sapi di kasi hak asasi sedang orang dari bangsa lain di bunuhi puarah dahhhh.........NEGARA KOPLAK
Balas   • Laporkan
Arman Sirait | 30/05/2011 | Laporkan
Setuju bro.
adyaksa
29/05/2011
Haa semua orang australia adalah spiudin
Balas   • Laporkan
Wisanggeni
29/05/2011
gak jelas spt apa kekajaman yg dimaksud!
Balas   • Laporkan
cahkroya
29/05/2011
lo bs jngn mnunda saja dihentikn itu lbih baik sbb akn mngntungkn petani dalam negri. mari kt embargo bngsa kt sndiri agar bangsa kt maju dg mnggnakan apa yg ada dingri sndiri toh smuanya trsedia
Balas   • Laporkan
fubuki | 29/05/2011 | Laporkan
mas mba embargo sih apa?
aksaraumri.com
28/05/2011
Pemerintah juga ikut menyelidiki apakah halal atau tidak cara sembelihnya...(sudi kiranya berkunjung ke aksaraumri,com ada info menarik dan pulsa gratis menunggu)
Balas   • Laporkan
Wisanggeni | 29/05/2011 | Laporkan
mending pasang iklan aja sekalian, jgn numpang gratis di kolom komentar! Berani Modal donk, malu ah mo usaha kok cuma cari kolom gratisan!
bangbogang | 29/05/2011 | Laporkan
lain ladangnya mas ... ini bukan forum DAGAAANGGGGG ....
richoryo | 29/05/2011 | Laporkan
dagang terusssss..!!!
buyungzz
28/05/2011
Sangat memprihatinkan, jika ini benar terjadi, mengingat Australia malah lebih memperhatikan penyembelihan hewan secara halal dibandingkan Indonesia yang mayoritas beragama Islam, IMHO, MUI perlu melakukan penyelidikan kebenaran laporan ini
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com