BISNIS

Pensiun Dini, PNS Dapat Pesangon Besar?

Kemenkeu mengambil contoh pemberian golden shake hand di perusahaan.

ddd
Kamis, 23 Juni 2011, 17:36 Syahid Latif, Ajeng Mustika Triyanti
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Kabar gembira bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang memilih pensiun dini. Alasannya, Kementerian Keuangan sedang mempertimbangkan pemberian pesangon yang bakal menjamin pegawai berusaha di kegiatan lainnya.

"Kan kalau di perusahaan juga ada semacam golden shake hand gitu ya, penggantian untuk dia tetap bisa (bekerja) untuk kegiatan lain dari dana yang dia dapat," kata Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, di kantor Kemenkeu, Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis, 23 Juni 2011.

Menurut Anny, Kemenkeu hingga kini masih menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada pegawai yang memilih pensiun dini. Selain itu, sejumlah formula dan aturan hukum bakal ditinjau kembali, terutama peraturan Kementerian Pemberdayaan dan Aparatur Negara.

"Saya kira kalau mereka menghendaki itu, ada sesuatu, ada kompensasi yang baik, kemudian dia bisa bekerja lebih baik," ujar Anny.

Dia menjelaskan, munculnya alternatif pemberian opsi pensiun dini karena jumlah PNS yang ada saat ini dianggap sudah mulai memberatkan anggaran pemerintah. Selain belanja pegawai, anggaran pemerintah semakin diperberat dengan adanya Tunjangan Hari Tua, pensiun, dan bentuk tunjangan lainnya.

Selain itu, Kemenkeu beralasan pemberian opsi pensiun dini merupakan bentuk pelaksanaan penilaian pegawai berdasarkan kinerja. Artinya, jika salah seorang pegawai dianggap tidak memenuhi kualifikasi, harus dilakukan pelatihan atau tindakan lainnya.

"Kalau setelah dilatih, tidak juga bisa maju kinerjanya, tidak mungkin juga tersandera. Kami jadi terbebani dengan SDM yang besar itu, menghabiskan uang negara, itu tidak produktif dan itu salah," tegas Anny.

Opsi pensiun dini, dia melanjutkan, harus mulai diangkat dan dibahas sebagai salah satu alternatif menyelesaikan beban anggaran yang semestinya dapat dialokasikan lebih besar untuk membangun infrastruktur dan lainnya. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nelson kaban
19/08/2011
memang ada yg mikirin pns...? mangkanya....apapun katanya ttg pensiun dini.....nonsen. apalagi dpt pesangon... gak mungkin .................tapi...harap2 bingsal.
Balas   • Laporkan
Vismara Adi Susetia
10/08/2011
Munculnya alternatif pemberian opsi pensiun dini karena jumlah PNS yang ada saat ini dianggap sudah mulai memberatkan anggaran pemerintah, sebagai PNS saya setuju kalo bisa sih dipercepat dengan memperhatikan masa kerja 10 / 20 tahun si PNS tersebut.
Balas   • Laporkan
Medina Simamora
26/07/2011
saya sgt setuju jika usia pensiun dini dipercepat, kalo bisa sich minimal 45 th, dan sudah bekerja min 10 th, krn pd usia tsb, msh banyak waktu bagi PNS untuk belajar berwirausaha, dan tentunya diberi pesangon yg layak
Balas   • Laporkan
nabilsobirin
18/07/2011
apa baiknya pemerintah deh yang penting negara ini tidak bangkrut
Balas   • Laporkan
wahanasefc
08/07/2011
Saya tidak yakin rencana pensiun dini saat ini bisa direalisasikan dengan baik oleh Pemerintah. Karena selain Pemerintah tidak tegas juga mungkin dana kompensasinya kecil. Kalau mau serius aturannya harus tegas umur 50-55 harus pensiun dini.
Balas   • Laporkan
syafrudin
08/07/2011
Bu Anny, seandainya ibu menjadi saya, kemungkinan lain ceritanya, dimana menariknya? gaji total dikali masa percepatan pensiun dikurangi persentase bunga Surat Berharga Negara (SBN) 5 tahun. Jumlah tersebut dikurangi dengan dana pensiun dikali masa percep
Balas   • Laporkan
Si Pok
07/07/2011
Saya PNS usia 52 tahun siap ikut pensiun dini, sebab kerja sudah capek, gaji kecil, yang laen bisa korupsi sedangkan saya tidak bisa.... ini tidak adil...
Balas   • Laporkan
suripto
05/07/2011
Wah enak nih. Pensiun dini , pesangon banyak, nah... ganti bini .. hihihihihihihihi
Balas   • Laporkan
sam ghanti
04/07/2011
sebagai PNS saya dan banyak yang mau pensiun dini bila ada pesangon atau pensiunnya
Balas   • Laporkan
alpacino
23/06/2011
Bu Anny, coba bandingkan dengan kewajiban pengusaha membayar pesangon berdasarkan UU13th2003, mana yang lebih berat , pengusaha atau pemerintah dalam memberi pesangon terhadap pegawainya.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com