BISNIS

Mengapa Investor Indonesia Optimis pada Obama

Investor optimistis perubahan kepemimpinan di AS berpengaruh pada keputusan investasi.

ddd
Selasa, 20 Januari 2009, 16:01 Umi Kalsum
 Barack Obama
Barack Obama (Jae C. Hong)

VIVAnews - Presiden terpilih Amerika Serikat, Barack Obama, akan dilantik malam nanti. Tampilnya presiden baru membuat sebagian besar investor Indonesia berharap situasi ekonomi Amerika Serikat pada triwulan I 2009 akan membaik.

Investor juga sangat optimistis akan ada dampak positif dari perubahan kepemimpinan di negeri Paman Sam itu terhadap keputusan investasi mereka.

Dari hasil survei ING tentang persepsi investor pada triwulan IV 2008 yang diterima VIVAnews, Selasa 20 Januari 2009, terlihat sebanyak 65  persen investor Indonesia berharap adanya dampak positif dari pergantian kepresidenan Amerika Serikat terhadap keputusan investasi mereka. Sementara 66 persen mengatakan mereka akan terus dipengaruhi oleh perekonomian Amerika Serikat pada triwulan pertama 2009.

Meski pada triwulan terakhir 2008, investor yang mengatakan kondisi ekonomi nasional dan finansial di triwulan IV memburuk dibandingkan triwulan sebelumnya meningkat, untuk triwulan pertama 2009, investor Indonesia memiliki harapan bahwa kondisi ekonomi nasional dan keuangan pribadi mereka akan membaik.

Kondisi ini tidak terlepas dari fakta yang menunjukan bahwa investor Indonesia paling khawatir akan kepastian pekerjaan akibat dari krisis ekonomi, dibandingkan dengan investor negara lain di Asia.

Sebanyak  80 persen investor indonesia mengatakan bahwa kondisi ekonomi memburuk di triwulan IV dibandingan 48%
di triwulan III 2008.

Sementara sebanyak  26 persen mengatakan merasa situasi finansial pribadi mereka menurun di triwulan IV 2008 dibandingkan 12
persen di triwulan III. Sedangkan 77 persen investor Indonesia percaya bahwa kondisi ekonomi di triwulan I 2009 akan membaik, 52 persen berharap situasi keuangan pribadi mereka akan membaik di triwulan I 2009, dan  74 persen investor Indonesia merasa khawatir mengenai kepastian kerja. Persentase ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia.

"Penurunan indeks sentimen investor di tahun 2008 ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, karena investor di Indonesia mempertimbangkan dampak dari perkembangan pasar finansial global terhadap ekonomi nasional," kata Presiden Direktur PT ING Securities Indonesia Robert Scholen.

Namun dibandingkan dengan sentimen Asia secara keseluruhan, sentimen investor Indonesia masih lebih tinggi. Hal ini mungkin dikarenakan pada tahun 2008 lalu ekonomi Indonesia terbantu oleh harga komoditas yang tinggi. Investor Indonesia juga percaya bahwa situasi ekonomi akan membaik di triwulan I 2009 dengan adanya kemungkinan perubahan terhadap harga minyak dan bensin.

Walaupun investor di Asia melihat bahwa dampak inflasi akan menurun terhadap keputusan investasi mereka, namun investor Indonesia merasa bahwa inflasi masih akan berlanjut dan akan terus memiliki andil dalam membuat keputusan untuk berinvestasi. Berdasarkan hal tersebut, investasi dalam bentuk uang tunai dan emas tetap menjadi instrumen pilihan bagi investor Indonesia dalam masa inflasi.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com