BISNIS

Pemerintah Siap Naikkan Tarif Listrik 10%

Pemerintah akan menurunkan subsidi listrik dari Rp65 triliun menjadi Rp45 triliun.

ddd
Selasa, 16 Agustus 2011, 20:46 Hadi Suprapto, Harwanto Bimo Pratomo
Menteri Keuangan Agus Martowardojo
Menteri Keuangan Agus Martowardojo (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Pemerintah tertantang untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) agar anggaran subsidi sektor energi dapat semakin ditekan. Rencananya, pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 akan ditetapkan besaran subsidi listrik Rp45 triliun. Turun dari tahun ini yang mencapai Rp65 triliun.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, pemerintah perlu menaikkan tarif listrik yang sejak 2004 belum pernah naik. "Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk berdiskusi," kata dia Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2011.

"Ini sesuatu yang harus dibicarakan dengan DPR, karena tahun lalu ada rencana naik 10-15 persen, namun tidak dapat persetujuan," tuturnya.

Kali ini, pemerintah merencanakan kenaikan tarif listrik sebesar 10 persen, dan akan dimulai pada April 2012. "Itu paling lambat," kata Agus. Kenaikan tarif ini dikenakan sesuai proporsi. "Rumah tangga miskin tidak akan dinaikkan."

Definisi Rumah Tangga Miskin ialah mereka yang menggunakan tenaga listrik di bawah 450 VA.

Selain menaikkan tarif listrik, Agus menyatakan pemerintah akan mengupayakan diversifikasi energi, sehingga bisa meningkatkan ketersediaan gas dan batu bara bagi PT Perusahaan Listrik Negara, serta mengurangi margin PLN dari 8 persen menjadi 7 persen.

Kenaikan TDL ini, Agus mengakui akan menyumbang inflasi. Namun, dia yakin masih terkendali, sekitar 5,3 persen pada 2012. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru