BISNIS

Infrastruktur Sosial Padat Karya Diberdayakan

Pertumbuhan alokasi infrastruktur berubah signifikan sejak 2005 sampai tahun lalu.
Selasa, 27 Januari 2009
Oleh : Antique, Anda Nurlaila
Proyek jalan tol Becakayu

VIVAnews - Alokasi pembangunan infrastruktur padat karya yang menarik banyak tenaga kerja meningkat pada 2009. Pasalnya, anggaran alokasi padat karya menjadi Rp 34,9 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 33,4 triliun.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Departemen Pekerjaan Umum Sumaryanto Widayatin mengatakan, pembangunan infrastruktur padat karya akan menjadi faktor pendorong perekonomian di tengah krisis yang diprediksi akan terasa tahun ini.

Pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan pembangunan padat karya di antaranya jalan-jalan kecil, selokan di jalan Kabupaten/Kota, serta infrastruktur yang termasuk layanan sosial. "Pembangunan infrastruktur akan menyerap tenaga kerja yang kemungkinan terkena imbas krisis," ujar Sumaryanto kepada wartawan di Jakarta akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, pertumbuhan alokasi infrastruktur berubah signifikan sejak 2005. Pada 2005, alokasi infrastruktur padat karya sebesar Rp 13,3 triliun dan meningkat menjadi Rp 19,186 triliun pada 2006. Sedangkan alokasi infrastruktur pada 2007 mencapai Rp 22,7 triliun
dan pada 2008 menjadi Rp 33,4 triliun.

Infrastruktur lewat padat karya, menurut Sumardiyanto terbukti meningkatkan peran serta masyarakat. Selain itu, alokasi dana infrastruktur padat karya bakal menggerakkan ekonomi kendati ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor utama seperti manufaktur.

Kendati sempat mempertanyakan stimulus fiskal di bidang infrastruktur yang dinilai masih sekadar jargon, Sumardiyanto mengatakan Departemen PU sudah melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keahlian dalam sektor properti seperti kegiatan pertukangan. "Sehingga para pekerja yang di PHK punya keahlian untuk beralih ke sektor infrastruktur," ujar dia.

TERKAIT
TERPOPULER