BISNIS

Gandeng Rusia, Sulawesi Bangun Rel Kereta Api

Sulawesi akan diarahkan menjadi basis produksi beras nasional

ddd
Kamis, 6 Oktober 2011, 10:57 Syahid Latif, Harwanto Bimo Pratomo
Kereta Api melintasi Lembah Anai di Sumatera Barat
Kereta Api melintasi Lembah Anai di Sumatera Barat (VIVAnews/ Eri Naldi)

VIVAnews - Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan jalur kereta api di Pulau Sulawesi yang akan menghubungkan Sulawesi di belahan utara dengan selatan. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah berencana menggandeng investor asal Rusia yang akan membangun lintasan rel kereta tersebut.

Pembangunan rel kereta lintas Sulawesi tersebut merupakan bagian dari program pemerintah lewat Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan total anggaran mencapai Rp2.400 triliun.

"Sepertinya akan double track," kata Menteri Kelautan dan Perikanan yang merangkap Koordinator Bagian Sulawesi dalam proyek MP3EI Fadel Muhammad di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2011.

Menurut Fadel, pembahasan pendanaan untuk pembangunan jaringan rel kereta api sepanjang 2.000 kilometer (km) itu sampai kini belum final. Pemerintah masih mempersiapkan desain perencanaan terlebih dahulu.

Rencananya pembahasan pendanaan dengan investor dari Rusia baru akan dilakukan pada pertemuan ASEAN Summint bulan depan.

"Kita prioritaskan mereka yang ada di sekitar rel kereta untuk membangun industri pertanian," kata dia.

Dalam proyek tersebut, pemerintah juga akan membangun jaringan serat optik dan telekomunikasi di sepanjang wilayah Sulawesi.

Fadel mengungkapkan, rencananya pemerintah akan memprioritaskan pembangunan pulau Sulawesi sebagai basis pangan nasional. Diharapkan kontribusi produksi beras dari wilayah ini bisa mencapai lima juta ton.

Untuk mewujudkan kedua proyek tersebut, pemerintah saat ini mengaku tengah melakukan negosiasi mengenai pembebasan lahan. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KAN INDONESIA CUMA BISA korup... KLAU BANGUN MEMBANGUN ITU MAH UANG KELUAR...!!! nanti habis.. kckckckckckckck
Balas   • Laporkan
zetsu
06/10/2011
gandeng aja org asing di stp kegiatan. biar org asing aja yg menguasai smuax. dan akhirx masa depan terbengong-bengong krn tak punya kekuasaan atas negrinya sendiri. sampai kapan indonesia menjadi budak di negri sendiri........???
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com