BISNIS

Gandeng Rusia, Sulawesi Bangun Rel Kereta Api

Sulawesi akan diarahkan menjadi basis produksi beras nasional
Kamis, 6 Oktober 2011
Oleh : Syahid Latif, Harwanto Bimo Pratomo
Kereta Api melintasi Lembah Anai di Sumatera Barat

VIVAnews - Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan jalur kereta api di Pulau Sulawesi yang akan menghubungkan Sulawesi di belahan utara dengan selatan. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah berencana menggandeng investor asal Rusia yang akan membangun lintasan rel kereta tersebut.

Pembangunan rel kereta lintas Sulawesi tersebut merupakan bagian dari program pemerintah lewat Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan total anggaran mencapai Rp2.400 triliun.

"Sepertinya akan double track," kata Menteri Kelautan dan Perikanan yang merangkap Koordinator Bagian Sulawesi dalam proyek MP3EI Fadel Muhammad di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2011.

Menurut Fadel, pembahasan pendanaan untuk pembangunan jaringan rel kereta api sepanjang 2.000 kilometer (km) itu sampai kini belum final. Pemerintah masih mempersiapkan desain perencanaan terlebih dahulu.

Rencananya pembahasan pendanaan dengan investor dari Rusia baru akan dilakukan pada pertemuan ASEAN Summint bulan depan.

"Kita prioritaskan mereka yang ada di sekitar rel kereta untuk membangun industri pertanian," kata dia.

Dalam proyek tersebut, pemerintah juga akan membangun jaringan serat optik dan telekomunikasi di sepanjang wilayah Sulawesi.

Fadel mengungkapkan, rencananya pemerintah akan memprioritaskan pembangunan pulau Sulawesi sebagai basis pangan nasional. Diharapkan kontribusi produksi beras dari wilayah ini bisa mencapai lima juta ton.

Untuk mewujudkan kedua proyek tersebut, pemerintah saat ini mengaku tengah melakukan negosiasi mengenai pembebasan lahan. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER