BISNIS

Awal Tahun, 15 BUMN 'Duafa' Jadi Anak Usaha

Proses akuisisi tujuh BUMN 'duafa' selesai dalam tiga bulan. Sedangkan sisanya awal tahun.

ddd
Jum'at, 4 November 2011, 14:46 Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan
Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menargetkan akan ada 15 perusahaan yang menjadi anak usaha karena merugi. Dengan begitu jumlah perusahaan BUMN pada 2012 akan berkurang menjadi 126 perusahaan.

Dahlan mengatakan, proses akuisisi tujuh BUMN 'duafa' akan selesai dalam tiga bulan. "Sedangkan delapan BUMN lagi pada tiga bulan awal 2012," kata Dahlan di Jakarta, Jumat 4 November 2011.

Dahlan menjelaskan nantinya kelima belas BUMN tersebut akan menjadi anak usaha BUMN yang ingin membuat anak usaha. "Daripada membangun anak usaha baru, lebih baik mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang merugi dan tidak ada harapan," katanya.

Anak perusahaan ini, tidak mesti menjalankan usaha yang sama. Ia mencontohkan bisa saja PT Balai Pustaka yang selama ini usaha penerbit, jika diambil oleh PT Telkom Indonesia dapan menjadi bisnis konten telekomunikasi.

Dahlan mengimbau perusahaan-perusahaan BUMN agar tidak membuat anak usaha baru. Dia mengaku tidak melarang BUMN mendirikan anak usaha, selagi ada bidang bisnis yang dimasuki dan tingkat keperluannya tinggi.

Bagi dia, lebih baik BUMN mengakuisisi perusahaan yang kolaps daripada membuat anak usaha. "Kalau perusahaan BUMN tersebut menolak akuisisi dan tetap ingin membuat anak usaha, maka akan saya persulit," katanya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com