BISNIS

Apa itu "Investment Grade"

Semakin rendah rating, semakin tinggi risiko gagal bayar dan semakin besar imbal hasilnya.

ddd
Jum'at, 16 Desember 2011, 11:15 Hadi Suprapto
Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia  

VIVAnews - Lembaga pemeringkat utang, Fitch Ratings, Kamis 15 Desember, menaikkan peringkat surat utang Indonesia dari BB+ dengan outlook positif menjadi BBB- dengan outlook stabil. Dengan demikian, Indonesia telah menjadi negara yang masuk kategori investment grade.

Apa itu investment grade?

Senior Research and Investment Analyst PT Infovesta Utama Rudiyanto menjelaskan, investment grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya. "Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating investment grade," kata dia saat berbincang dengan VIVAnews.com, Jumat 16 Desember 2011.

Dia mengatakan, dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan atau negara bisa mendapatkan pendanaan saat menerbitkan obligasi. Rating juga akan mempengaruhi kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor.

Dalam investasi, baik saham, reksadana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, investor perlu mengetahui posisi rating tujuan investasi.

Rating dimaksud adalah penilaian yang terstandarisasi atas kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar utang-utangnya. Karena terstandarisasi, rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain, sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang.

Peringkat ini dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian rating adalah PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Selain itu, belakangan ini juga terdapat perusahaan baru yang memiliki bidang usaha serupa, yaitu Fitch Rating Indonesia dan Indonesia Credit Rating Agency (ICRA). 

"Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia," katanya.

Sementara itu rating terhadap kemampuan membayar utang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional. Dulu perusahaan pemeringkat ini didominasi tiga pemain besar, yaitu Standard & Poor, Moody’s Investor Service, dan Fitch Ratings. Namun belakangan ini juga semakin banyak bermunculan perusahaan pemeringkat yang pemeringkatannya diakui dunia internasional, yaitu Japan Credit Rating Agency (JCRA) dan Rating & Information Service, Inc.

Ada dua faktor penting dalam pemeringkatan, yakni rating dan outlook. Rating merupakan level kemampuan membayar utang, sedangkan outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah rating akan naik, turun, atau tetap pada periode penilaian berikutnya.

Berikut urutan rating dari yang paling tinggi hingga paling rendah:

Investment Grade:

        AAA atau Aaa
        AA+, AA, dan AA- atau Aa1, Aa2, dan Aa3
        A+, A, dan A- atau A1, A2, dan A3
        BBB+, BBB, dan BBB- atau Baa1, Baa2, dan Baa3

Non Investment Grade (Junk Bond):

        BB+, BB, dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
        B+, B, dan B- atau B1, B2, dan B3
        CCC+, CCC, dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
        CC+, CC, dan CC- atau Ca11, Ca2, dan Ca3
        C+, C, dan C- atau C1, C2, dan C3
        Default

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil yang diharapkan oleh investor.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com