BISNIS

Bagaimana Penipuan Berkedok Investasi Terjadi

Selayaknya investasi, semakin tinggi keuntungan, semakin tinggi risikonya.

ddd
Selasa, 20 Desember 2011, 10:11 Hadi Suprapto, Sukirno
Seseorang tengah mengamati emas batangan
Seseorang tengah mengamati emas batangan (REUTERS/Toru Hanai)

VIVAnews - Bisnis investasi online semakin marak, baik berbentuk kerja sama bisnis, emas berjangka, maupun valuta asing. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, bisnis ini juga dianggap praktis karena dilakukan secara real time di internet.

Namun, apakah investasi online ini termasuk aman, mengingat beberapa waktu lalu pedangdut Annisa Bahar mengaku tertipu bisnis ini hingga Rp1,5 miliar.

Annisa semula tergiur karena investasi ini menjanjikan keuntungan 300 persen. Selain itu, keuntungan akan diberikan setiap hari. Annisa mulai bergabung pada awal November lalu.

Bagaimana sebenarnya bisa terjadi penipuan berkedok investasi online? Trader dan analis investasi emas Mulyadi Tjung membagi informasi mengenai hal ini.

Menurut dia, pada kasus penipuan yang menimpa Annisa Bahar terdapat pernyataan bahwa investasi itu akan dijanjikan keuntungan sebesar 300 persen. "Seperti layaknya investasi, high return berarti high risk," kata Mulyadi ketika berbincang dengan VIVAnews.com, Selasa, 20 Desember 2011.

Kemudian, Mulyadi melanjutkan, trading emas yang dilakukan oleh Annisa Bahar itu termasuk investasi yang tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena seperti yang pernah dilihatnya di beberapa iklan yang mengklaim sebagai online trading, menjanjikan return sebesar dua persen dalam waktu sehari.

"Secara peraturan, return tidak boleh dijanjikan. Sama seperti saham, bisa rugi dan bisa untung. Tidak pasti," ungkapnya.

Mulyadi juga mengaku aktif di salah satu perusahaan berjangka yang menawarkan trading emas secara online. Namun, dia menegaskan bahwa dalam peraturannya tidak boleh menjanjikan keuntungan.

Dia menyarankan kepada calon-calon investor untuk mengikuti pelatihan-pelatihan trading agar dapat memahami secara lengkap, sehingga dapat meminimalkan risiko, termasuk risiko penipuan. "Itu untuk semua jenis investasi baik yang online maupun tidak," kata dia.

Tips Investasi Online
Sementara itu, untuk menghindari berbagai risiko dalam investasi termasuk investasi online, Mulyadi memberikan tips bagi para calon investor maupun investor yang sudah ada.

Pertama, pastikan mengerti risiko dan keuntungan dari investasi tersebut. Kedua, pastikan perusahaan tersebut memang legal secara badan hukum Indonesia. Ketiga, sebelum menandatangani apa pun, pastikan dibaca seluruh klausa yang ada.

Kemudian, keempat, seperti semua investasi lainnya, pastikan investor maupun calon investor mengerti cara kerja investasi tersebut. Terakhir, ingat setiap investasi ada risikonya, semakin tinggi return yang dijanjikan, tersirat risiko yang semakin tinggi. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
JIKA ANDA TERGOLONG ORANG YG TDK BERANI MENGAMBIL RESIKO&TAKUT GAGAL,MAKA BIDANG INVESTASI ONLINE SPT INI BUKANLAH PELUANG YG COCOK UTK ANDA.
Balas   • Laporkan
maarhalim
14/02/2012
Banyak teman saya yang jadi korban Bisnis Investasi Online diantaranya dari Speedlineinc.com, Fastrack.com, Globalfxtrades.net. Ketika lapor polisi bukannya diproses, eh malah disalahkan. Hal ini yang mengakibatkan para penipu makin leluasa krn hukum lema
Balas   • Laporkan
cicit-cuit
31/01/2012
kayaknya kerja yang halal lebih baik daripada dapat untung hasil ongkang-ongkang
Balas   • Laporkan
octadandy
02/01/2012
Standar Internal Invest Skeptism Requirement, NPWP, Surat Izin Pemerintah, Surat Izin Usaha dsb, Lakukan crosschek minimal No NPWP kedua belah pihak sebelum "kontrak", Setuju High Risk High Return, jgn kan Artis, anak SD aja kenal "Uang".CMIIW
Balas   • Laporkan
gachoan
22/12/2011
Di Tangerang marak penipuan oleh koperasi berkedok "investasi syariah" yg menawarkan keuntungan di luar akal pikiran, jelas sejenis money game. Utk mencegah korban, mohon pemkab Tangerang dan Pemprov Banten untuk memeriksa Koperasi Langit Biru di Cisoka.
Balas   • Laporkan
pebisnismuslim | 27/12/2011 | Laporkan
wah, merusak citra islam dunk kalau pakai kedok syariah..
kalo aq punya uang Rp. 1,5 M kaya annisa bahar tu mah..... paling buat naik haji sekeluarga... dr pd investasi yg ga jelas gitu.....
Balas   • Laporkan
rakashiwi
21/12/2011
lexusventuredotcom sudah ditutup.kemana mereka meminta uangnya kembali?? speedline-incdotcom masih eksis, tapi temen saya sudah tidak bisa menarik lagi uangnya. Waspadalah!!.polisi lekaslah bertidak.sudah banyak korban!!
Balas   • Laporkan
Sekarang ini sedang Marak Investasi seperti Speedline, dan telah terjadi kasus Penipuan ribuan warga uang investasinya macet, jangankan dibayarkan hasil investasi, modal saja tak dibalikan..SPEEDLINE INC adalah BISNIS PENIPUAN LAKNAT BERKEDOK INVESTASI OL
Balas   • Laporkan
atha_brazzz
20/12/2011
itu, jlas'' kesalahan Anisa Bahar, jlas'' mana ada perusahaan yang menjanjikan untung 300% bahkan tiap hari lagi.Emang dasar WANITA kalau urusan duit............gk peduli.........
Balas   • Laporkan
faizairu
20/12/2011
Betul sekali, pilih perusahaan investasi yg LEGAL secara badan hukum Indonesia, ada SIUPL, MUI. Investasi Pohon JABON. Sangat memuaskan.call me guys!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru