BISNIS

Alasan Harga BBM Perlu Naik

Kebijakan pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi tidak rasional.

ddd
Kamis, 5 Januari 2012, 09:59 Antique, Iwan Kurniawan
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Lembaga kajian pertambangan dan perminyakan ReforMiner Institute menilai bahwa kebijakan pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi selama 2012 dipandang tidak rasional dan membelenggu.

"Siapa yang bisa menjamin harga minyak 2012 tidak tinggi. Apalagi, dengan potensi ketegangan geopolitik Iran-Amerika Serikat yang terjadi saat ini," kata Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 5 Januari 2012.

Menurut Pri Agung, dalam kebijakan pembatasan BBM yang melarang semua kendaraan pribadi untuk tidak mengonsumsi Premium dan harus menggunakan Pertamax, sebenarnya juga ada unsur menaikkan harga. Bahkan, kenaikan itu lebih dari 100 persen.

Dia melanjutkan, jika pembatasan jadi diterapkan 1 April, tentunya masyarakat pengguna Premium tidak akan punya pilihan lain selain beralih ke Pertamax dan sejenisnya yang harganya di atas Rp8.000 per liter.

Ditambah, kata dia, jika perang terjadi di Iran, harga Pertamax dan sejenisnya pasti dapat melambung tinggi mengikuti harga minyak dunia. "Tentunya, disparitas Premium dan Pertamax akan semakin tinggi," ujar Pri Agung.

Sedangkan beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG)? Menurutnya, pemerintah jangan bicara gas (BBG), seolah-olah itu bisa jadi pilihan bagi masyarakat yang belum mampu membeli Pertamax dan sejenisnya. Sebab, BBG tersebut tidak akan siap secara memadai pada April 2012 nanti. "Bahkan, dalam 2-3 tahun ke depan sekalipun," tuturnya.

Pri Agung menjelaskan, apa yang tengah dilakukan pemerintah dalam hal BBG saat ini baru sebatas proyek dan itu tidak bisa terlalu diharapkan keberlanjutannya. Di negara manapun, kata dia, mengonsumsi BBG untuk tranportasi adalah hanya sebuah pilihan, yang tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat.

"Jadi, menaikkan harga BBM subsidi secara terbatas, katakanlah seribu rupiah per liter, jauh lebih realistis dan masuk akal. Tentunya, UU APBN 2012 mesti diubah untuk bisa mengakomodir pilihan kebijakan ini," katanya. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Pertamax 92 Adalah Premiun Mahal Non Subsidi Rencana pemerintah yang akan memberlakukan pembatasan pemakaian BBM subsidi untuk mobil pribadi di bulan april 2012 adalah suatu kebijakan yang memaksa masyarakat untuk memakai Pertamax 92 untuk mobil pribadi
Balas   • Laporkan
solar gak naik, padahal sedan mewah banyak yg pake solar, yang pake mobil tua, dan boros BBM itu justru yg MISKIN, Ni Pemerintah tau gak sih...........
Balas   • Laporkan
hwt
05/01/2012
Mending naikin harga premium dan solar ... kalo dibatasi penggunaannya pastinya akan terjadi banyak penyelewengan.
Balas   • Laporkan
atn1480
05/01/2012
lebih baikharga BBM subsidi dinaikkan dari pada dibatasi. krn akan ada efek domino seperti kenaikan harga sembako dan jasa lainnya. kebutuhan pokok tdk diangkut oleh mobil plat kuning tapi plat hitam yg harus pake BBM nonsubsidi.kenaikannya bisa 200%.
Balas   • Laporkan
jendhol
05/01/2012
Ayo rame-rame naikin... Biar tali kolor rakyat turun karena enggak sanggup beli apa-apa... Negeri penghasil minyak terbesar, tapi kok minyak untuk rakyatnya mahal, haduh..., haduh! Pecas ndahku....
Balas   • Laporkan
demamank | 09/01/2012 | Laporkan
betul, negeri penghasil minyak bumi yang sontoloyo, mencekik rakyatnya dengan harga bbm.
sitijumi
05/01/2012
mending hapus subsidi, toh selama ini rakyat tidak dapat jatah tapi jadi sumber korupsi pemerintah saja. tapi konsekwensinya pajak harus dikurangi. hapus PPN !
Balas   • Laporkan
sitijumi
05/01/2012
subisidi bukan uang pemerintah keluar tetapi potensi uang masuk yang berkurang. kalau harga minyak naik 5000/lt bukan berarti pemerintah harus keluar 5000/lt tapi tidak dapat uang masuk 5000/lt jika dijual ke pasar luar negri.
Balas   • Laporkan
demamank | 09/01/2012 | Laporkan
Betul itu.
bayuper
05/01/2012
Dari rencana menaikkan harga BBM sampai rencana mengurangi pemakaian BBM, kebijakan mana yang akan diputuskan pemerintah, sangat diharapkan memikirkan segala aspek agar menjadi win win solution untuk masyarakat pengguna.
Balas   • Laporkan
demamank | 09/01/2012 | Laporkan
Yang jelas dan pasti, kalau bbm naik harga barang ikut naik.Tidak diragukan lagi,makin banyak rakyat tak mampu beli beras.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com