BISNIS

Proyek Besar Bukit Asam Tahun Ini

PT Bukit Asam Tbk menganggarkan belanja modal Rp1,4 triliun tahun ini.
Selasa, 6 Maret 2012
Oleh : Antique, Sukirno
PT Bukit Asam Tbk menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1,4 triliun pada tahun ini.

VIVAnews - PT Bukit Asam Tbk menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,4 triliun pada tahun ini. Anggaran itu digunakan untuk membangun beberapa proyek yang sedang dikerjakan di antaranya pembangunan rel kereta api dan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Direktur Utama Bukit Asam, Milawarma, menuturkan, dana sebesar Rp1,4 triliun tersebut untuk investasi rutin Rp162 miliar dan pengembangan proyek senilai Rp1,2-1,3 triliun yaitu bagi proyek pelabuhan, PLTU, dan Coal Bed Methane (CBM).

"Saat ini, sejumlah proyek pengembangan yang dilaksanakan Bukit Asam terus berjalan dan menunjukkan perkembangan," kata Milawarma saat konferensi pers di kantornya, Menara Kadin, Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Dia mencontohkan, proyek peningkatan kapasitas angkut kereta api eksisting yang merupakan kerja sama antara Bukit Asam dan PT Kereta Api Indonesia untuk angkutan jangka panjang. Pada 2012, direncanakan total kapasitas angkutan menjadi 15,6 juta ton, pada 2013 menjadi 18,5 juta ton, dan kemudian pada 2014 serta seterusnya kemampuan angkutan menjadi 22,7 juta ton.

Sementara itu, untuk pembagian dividen, Bukit Asam masih belum memutuskan berapa besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Pada 2011, Bukit Asam membagikan sekitar 60 persen laba untuk dividen. "Dividen tergantung RUPS, memang minimal 30 persen. Tapi, selama ini kami sekitar 50-60 persen," kata Milawarma.

Berikut ini rencana pengembangan proyek Bukit Asam selengkapnya:
1. Kereta api eksisting, kapasitas akan ditingkatkan menjadi 22,7 juta ton per tahun, yaitu TE-Kertapati sepanjang 167,6 kilometer (km), dan TE-Taragan sepanjang 416,6 km.

2. Untuk proyek angkutan kereta api jalur baru dari Tanjung Enim-Lampung, kapasitas 25 juta ton per tahun, sampai akhir 2011 telah dilakukan pengembangan pengurusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kereta api dan AMDAL pelabuhan.

Pekerjaan lain yang sudah dilakukan meliputi proses pembebasan lahan, pembuatan detail desain, proses perizinan, dan pendanaan dari pemberi pinjaman.

3. Restrukturisasi tambang, pekerjaan yang akan dilakukan meliputi antara lain pengurusan rekomendasi pelabuhan dari Adpel Lampung dan pembebasan lahan untuk kereta api.

4. Bukit Asam juga bekerja sama dalam proyek angkutan kereta api jalur baru dari Tanjung Enim-Tanjung Api-Api dengan kapasitas 35 juta ton per tahun dengan melibatkan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT Adani Global. Hingga saat ini sudah menyelesaikan tahap uji tuntas.

5. Mengantisipasi peningkatan kapasitas angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke pelabuhan Tarahan Bandar Lampung, Bukit Asam meningkatkan kapasitas pelabuhan Tarahan dengan throughput 25 juta ton per tahun dengan menambah dua rotary car dumper (RCD), satu ship loader dan satu dermaga baru yang bisa disandari kapal capesize 150.000 DWT. Diperkirakan proyek ini akan selesai pada pertengahan 2013.

6. Proyek PLTU 3x10 megawatt (MW), untuk pemakaian sendiri di Tanjung Enim dengan status akhir 2011 telah dilakukan first firing unit 1 pada November 2011 dan direncanakan triwulan II/2012 sudah bisa dilakukan commissioning.

7. Untuk proyek pembangunan PLTU 2x8 MW di Pelabuhan Tarahan sudah mulai tahap konstruksi dan diharapkan akan mulai beroperasi pada 2013.

8. Proyek PLTU Banko Tengah 2x620 MW (Sumatera Selatan 8) di Tanjung Enim akan dibangun Bukit Asam bersama CHD dari China berdasarkan LOI yang diterbitkan PT Perusahaan Listrik Negara pada Desember 2011. Proyek diharapkan sudah beroperasi pada 2016 dan bisa berjalan komersial dengan konsumsi batu bara sekitar 5,4 juta ton per tahun dari Bukit Asam.

Proyek ini akan menelan biaya sekitar US$1,59 miliar. Bukit Asam memiliki saham sebesar 45 persen dan CHD 55 persen. Saat ini, status proyek dalam persiapan meminta persetujuan komisaris untuk pembentukan anak perusahaan (JVC).

9. Proyek PLTU lainnya, yaitu Banjarsari 2x110 MW di Lahat Sumatera Selatan. Pembangunan konstruksinya sudah dimulai sejak Juli 2011 dan ditargetkan 33 bulan kemudian sudah beroperasi komersial. Bukit Asam memiliki 59,75 persen saham dan sekaligus sebagai pemasok tunggal bahan bakar batu bara sekitar 1,4 juta ton per tahun.

10. Bukit Asam juga menggarap proyek CBM di tambang Tanjung Enim dengan perkembangan hingga dengan akhir Desember 2011 sudah dalam tahap eksplorasi pemboran di dua titik core hole dan sedang dalam persiapan pemboran pilot. Proyek ini diperkirakan sudah dapat beroperasi secara komersial pada 2013 dan dapat mengoperasikan PLTU berkapasitas 250 MW. (art)

TERKAIT
TERPOPULER