BISNIS

BI: Hingga BBM Jelas, Rupiah Terus Melemah

Nilai tukar rupiah akan terus mencari keseimbangan baru sampai ada kepastikan harga BBM

ddd
Rabu, 21 Maret 2012, 20:03 Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang asing terus menguat
Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang asing terus menguat (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah seiring rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution menjelaskan pelemahan nilai tukar tersebut terjadi seiring kemungkinan meningkatnya laju inflasi akibat naiknya harga BBM bersubsidi. "Kalau inflasi meningkat tentu saja pengaruhnya terhadap Rupiah agak melemah," kata dia.

Darmin memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini akan terus berlangsung hingga pemerintah memberikan keputusan resmi terhadap kenaikan harga BBM. Hingga penetapan resmi itu belum ada, nilai tukar dolar AS akan terus menyesuaikan dengan besaran kenaikan harga BBM.

Dari hitungan BI, laju inflasi tahun 2012 bakal menjadi 6,8 persen jika harga BBM hanya naik Rp1.500 per liter menjadi Rp6.000 per liter. Inflasi akan menjadi lebih tinggi menjadi 7,1 persen jika pemerintah memutuskan subsidi BBM dipatok tetap pada level Rp2.000 per liter.

Selain faktor rencana kenaikan harga BBM, nilai tukar dolar AS juga terus menguat terhadap mata uang negara lain. Hal ini terjadi karena perekonomian AS relatif semakin membaik dibandingkan Eropa yang terlambat pulih dari krisis.

"Jadi jangan melihat rupiah melemah, tetapi dolar AS-nya menguat ke mata uang lainnya," paparnya.

Terkait rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL), BI memperkirakan pengaruhnya tak terlalu besar dibandingkan naiknyaharga BBM. Bahkan, inflasi cenderung akan tetap tinggi kendati tarif dasar listrik (TDL) tidak jadi naik tahun ini.

"Kalau tidak menggunakan kenaikan TDL, inflasinya dibawah itu lagi (lebih rendah). Pengaruh TDL itu kira-kira 0,25 persen," kata Darmin. (sj)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
scan
22/03/2012
Pak SBY jangan naikin BBM dong biar yang naikin presiden berikutnya aja, biar presiden baru pusing tujuh keliling.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru