BISNIS

Hatta: Harga BBM Naik Jika ICP US$120,75

Itu jika rata-rata ICP terjadi dalam enam bulan terakhir.

ddd
Sabtu, 31 Maret 2012, 21:55 Arfi Bambani Amri, Dwifantya Aquina
SBY dan Hatta Rajasa
SBY dan Hatta Rajasa (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah memiliki wewenang untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu dapat dilakukan apabila harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) selama enam bulan terakhir naik 15 persen atau lebih dari asumsi di APBN-P 2012.

"Asumsi ICP di APBN-P 2012 saat ini US$105 per barel. Kalau mau melakukan penyesuaian harga BBM, harga ICP harus 15 persen di atas asumsi di APBN-P 2012," kata Hatta di Istana Negara, Jakarta, Sabtu, 31 Maret 2012.

Dengan asumsi harga rata-rata ICP di APBN-P 2012 sebesar US$105 per barel, maka selama enam bulan terakhir, kenaikan di atas 15 persen adalah saat harga ICP di atas US$120,75 per barel.

"Di atas US$120,75 per barel, barulah pemerintah memiliki kewenangan untuk menaikkan atau menyesuaikan," katanya.

Menurut Hatta, melalui cara perhitungan seperti itu, dapat menunjukkan pemerintah tidak semena-semena, gegabah atau begitu mudah untuk menaikkan harga BBM. "Hanya apabila betul-betul terpaksa harus kami lakukan demi menyelamatkan perekonomian nasional," katanya.

Sementara itu, terkait kebijakan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Hatta mengatakan, harus ada kaitannya dengan kenaikan harga BBM. "Kalau misalkan tidak ada kenaikan, tentu BLSM-nya tidak relevan," ujarnya.

Dengan begitu, dia melanjutkan, pemerintah bisa mengorganisasi keputusan pemberian BLSM dengan baik. "Dapat lebih memberikan kepastian, dan juga lebih baik dibandingkan APBN 2012. Terutama dari sisi subsidi listrik," ujarnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
harisgrt
04/04/2012
pemerintah pekook.... Mundir aja klau nga bisa meningkatkan usaha minyak!!
Balas   • Laporkan
pangeranrevolusi
01/04/2012
Sedangkan BLSM telah dianggarkan di Banggar kemarin untuk APBN=P 2012,lalu BLSM ini untuk siapa ???
Balas   • Laporkan
iron maiden
01/04/2012
berwenang menaikkan menurut legal formal memang terbuka, tapi belum tentu BERANI, krn kalau nekat menaikkan bbm akan disambut anarki
Balas   • Laporkan
fendirohmawan
01/04/2012
kita sudah mampu mengelola...genjot dong kinerja pertamina, jangan kasih kesempatan ekson ma shel ngebor minyak kita, lucu... masak pertamina kalah tender dengan perusahaan asing...
Balas   • Laporkan
mas.juned3
01/04/2012
betul brou ..... padahal sumber bumi kita sangat subur dibandingkan dg negara lain tapi krn ketergantungan ekonomi di kendalikan oleh pihak asing akhirnyaaa ........ hutang negara di bebankan ke rakayat. alasannya masih belum mampu mengelola ,,, akhir ...
Balas   • Laporkan
girisis
01/04/2012
lihat nanti saat harga ICP >US$120.75 SBY akan pidato menyatakan bahwa bbm tidak akan naik walau berat di apbn. citra PD yg terpuruk krn skandal korupsi akan menjadi baik di mata rakyat termasuk Golkar. jd PDIP PKS Gerindra Hanura kalah berpolitik.
Balas   • Laporkan
azzzzu | 01/04/2012 | Laporkan
like this... intinya pencitraan.
iron maiden
01/04/2012
kalau bbm 100% impor, angka ini bisa disetujui, akan tetapi hanya 45% yg impor, sdgkan yg 55% dari bumi indonesia khan tdk mengikuti harga new york?, yg 55% harga pokoknya tidak sampai Rp 600 /liter,kalau dijual Rp 4500 masih laba bisa utk menutup yg impo
Balas   • Laporkan
inilah akibat masih ketergantungan dari pihak asing...ekonomi kita dikendalikan oleh pihak asing dan dari dulu tidak bisa mengelola sektor migas oleh bangsa sendiri dengan alasan klasik"kita belum mampu" sampai kapan niich bangsa kita kaya begini terus..?
Balas   • Laporkan
boesoekoetai | 01/04/2012 | Laporkan
sampai bangsa kita ini seperti negara SINGAPURA.....
sugiyanto.wingko | 01/04/2012 | Laporkan
Emang udah dari dulu....!! jadi ya sampai emboh.... lah.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru