Melesat, Saham Danamon Dekati Harga Akuisisi
Pada transaksi hari ini, harga saham emiten di sektor perbankan itu sempat naik 50%.
Saham Bank Danamon sempat melonjak 50 persen. (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), atau memasukkan dalam kategori aktivitas efek di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) terkait lonjakan harga saham perusahaan.
Pada transaksi hari ini, Selasa 3 April 2012, harga saham emiten di sektor perbankan tersebut melesat 41,30 persen, bahkan sempat menguat 50 persen pada perdagangan sesi pertama.
"Kenaikan harga yang terjadi di Bank Danamon kan ada trigger-nya. Dasar dan basisnya itu jelas," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Eddy Sugito, ketika ditemui di kantornya, Jakarta, hari ini.
Menurut dia, Bank Danamon sudah menjelaskan aksi korporasi yang tengah terjadi di perusahaannya, yakni mengenai penawaran tender oleh DBS Group Holdings. "Wajar, kalau saat pembukaan itu, harga saham pasti menyesuaikan dengan harga akuisisi," ungkapnya.
Apalagi, Eddy melanjutkan, mekanisme saat harga pembukaan tersebut terdapat dua room yang memungkinkan terjadinya kenaikan saham. "Kan awal dibuka itu ada yang namanya pre opening dan di situ terjadi kenaikan. Setelah itu bisa naik lagi setelah masuk pembukaan perdagangan ke pasar reguler," tuturnya.
Seperti diketahui, saham berkode BDMN itu kembali ditransaksikan di lantai bursa hari ini, setelah BEI membuka suspensi atas efeknya. Saat dibuka, BDMN langsung menguat Rp1.150 atau 25 persen ke level Rp5.750 dari harga saat disuspen di posisi Rp4.600.
Bahkan, saham berhasil menembus batas tertinggi yang ditentukan atau terkena parameter penolakan otomatis (auto rejection), karena harga sempat mencapai Rp6.900, atau naik Rp2.300 (50 persen).
Seperti diketahui, grup perusahaan jasa keuangan asal Singapura, DBS Group Holdings Ltd, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) untuk mengambilalih 100 persen saham yang dimiliki FFH pada Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI).
Asia Financial Indonesia memiliki 67,37 persen saham pada Bank Danamon Indonesia. Nilai transaksi pengambilalihan mencapai Rp45,2 triliun atau setara Sin$6,2 miliar.
Dalam keterangan pers kemarin, transaksi yang disepakati itu dilakukan pada harga Rp7.000 per saham Danamon yang dimiliki AFI. Total nilai transaksi akan dibayarkan dalam bentuk 439 juta saham baru DBS dengan harga penerbitan saham sebesar Sin$14,07 per saham. (art)
-
Cheryl Cole, Pemilik Tubuh Seksi dan Senyum Terindah di Dunia
-
Rencana Interpelasi Jokowi Bakal Mentah?
-
Bayern Munich Juara Liga Champions 2012/2013
-
Robben Masih Tak Percaya jadi Pahlawan Kemenangan Bayern
-
Di Senayan, Pengemudi Mercy Rusak Mobil Mewahnya
-
Susunan Pemain Dortmund Vs Bayern di Final Liga Champions
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



