BISNIS

Hatta Heran Data Perdagangan China-RI Beda

"Ini yang harus kita selidiki, kenapa kok China menerima lebih besar dari pada kita."

ddd
Senin, 9 April 2012, 19:40 Syahid Latif, Nina Rahayu
Kegiatan bongkar muat Peti Kemas Ekspor Impor Pelabuhan
Kegiatan bongkar muat Peti Kemas Ekspor Impor Pelabuhan (eolaspecialtyfoods.com)

VIVAnews - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui heran dengan tidak sinkronnya data perdagangan antara Indonesia dan China.  Hal ini dikarenakan data perdagangan kedua negara sama-sama menunjukan kondisi defisit.

"China datanya itu mengatakan mereka defisit, kita datanya juga defisit, dimana salahnya ini. Ini yang harus di tuntaskan," kata Hatta di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin 9 April 2012

Hatta menegaskan, pemerintah Indonesia rencananya akan menjalin kerjasama bilateral untuk menuntaskan masalah perbedaan data tersebut. Salah satu poin yang jadi perhatian adalah memperbaiki masalah catatan mengenai volume perdagangan.

"Kalau kita mencatat volume perdagangan kita misalkan US$ 40 miliar , China mencatat lebih tinggi. Kita mencatat defisit, China mencatat mereka yang defisit. Ini yang harus kita selidiki, kenapa kok China menerima lebih besar dari pada kita yang mengekspor," ujarnya.

Hatta menduga, perbedaan data tersebut bisa terjadi karena adanya penyelundupan, atau terjadi underinvoicing atau terjadi cacatan yang tidak akurat. "Yang biasa disebut dengan transferpricing, atau catatannya tidak akurat," jelasnya

Hatta mengakui, perbedaan data tersebut sangat merugikan negara. Namun pemerintah menegaskan, tidak perlu adanya bantuan dari lembaga Internasional untuk menuntaskan masalah tersebut.

"Tidak perlu, kan ada di dalam kita, pengawasannya. Tidak sama angkanya, maka kita tertibkan," tegasnya


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
parrasumut
17/04/2012
wah ada2 aja nih, masak pak hatta lg yg haruse beresini ini, ayo pak kami bantu dan siap mencalon kan pak hatta beresin Indonesia
Balas   • Laporkan
putra_riau
10/04/2012
I N D O N E S I A !
Balas   • Laporkan
werewolf
09/04/2012
udah sama2 tau Pak. tinggal gimana berantasnya....
Balas   • Laporkan
kakak_bagus
09/04/2012
ya iya beda to pak? aspirasi rakyat sama presidenya saja berbeda. saya mewakili rakyat yg disini meminta maaf karena tak bisa meresapi aspirasi pemimpin dan menjalankanya demi amanat UUD1945. eh salah :D kebalik x ya yg ngomong :D terkutuk pmempin2 korup!
Balas   • Laporkan
jn.ck
09/04/2012
gampang pak priksa bea cukai tuh...
Balas   • Laporkan
hohofx
09/04/2012
gak usah heran pak, bapak kan tau banyak tikus2 di indonesia.
Balas   • Laporkan
heran pak menteri................ ??? bapak heran, ane bingung
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru