75% Industri Kecil Masih di Jawa
Pemerintah tengah mengusahakan agar sebaran industri kecil di luar Jawa meningkat.
Menteri Perindustrian MS Hidayat (Antara/ Widodo S Jusuf)
VIVAnews - Kementerian Perindustrian mengharapkan penyebaran Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Pulau Jawa menjadi 60 persen dan 40 persen di luar Pulau Jawa, pada tahun 2014. "Saat ini keberadaan IKM yang berjumlah 3,8 juta unit memiliki sebaran 75 persen di Pulau Jawa," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam seminar "Pengembangan Wirausaha Baru Industri" di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 10 April 2012.
Menurut Hidayat, IKM memiliki ketangguhan terhadap goncangan perekonomian global, karena memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar dan membuka peluang usaha dalam mewujudkan peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat.
Hidayat menjelaskan, untuk mengisi ketidakseimbangan antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa diperlukan pengembangan kewirausahaan untuk memperkuat kemampuan IKM agar menjadi wirausaha yang mandiri dan profesional.
"Secara garis besar penciptaan wirausaha baru dilakukan dua pendekatan, berdasarkan desain dan pendekatan jalur cepat," ujar Hidayat.
Untuk pendekatan melalui desain, Hidayat menuturkan perlu serangkaian kegiatan rekruitmen, pelatihan, dan magang. "Tentunya pemberian modal usaha sebelum orang menjadi wirausaha," kata Hidayat.
Sedangkan pendekatan jalur cepat, Hidayat menambahkan, dilakukan melalui serangkaian kegiatan dengan pelatihan, dan diiringi pemberian fasilitas peralatan produksi atau modal kerja.
"Dalam dua tahun terakhir (2010-2011) telah dilakukan pelatihan dan pemberian mesin atau peralatan untuk menumbuhkan sebanyak 1839 wirausaha baru," kata Hidayat.
Maka dari itu, Hidayat mengatakan pihaknya akan melakukan upaya-upaya dalam rangka membantu IKM untuk meningkatkan daya saingnya dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada. "Di antaranya melalui pemberian kredit usaha rakyat, peningkatan kemampuan teknologi melalui program restrukturisasi mesin, peningkatan kemampuan SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi serta pendampingan, sistem jaminan mutu dan keamanan pangan dan hal lain dalam rangka peningkatan akses pasar," kata Hidayat.
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- Kisah Oey Tambahsia Sang Playboy Batavia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


