BISNIS

Citi Khawatir Jika Kenaikan BBM Tertunda

Tanda-tanda gangguan pada neraca keuangan pemerintah sudah mulai terlihat.

ddd
Jum'at, 13 April 2012, 17:54 Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Jenis BBM yang dijual di SPBU Pertamina
Jenis BBM yang dijual di SPBU Pertamina (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Analis Citi memprediksi turunnya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) beberapa hari terakhir dari US$134 barel per hari menjadi US$121 per barel, berisiko memperpanjang penundaan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Dapat mengakumulasi beban subsidi menjadi semakin berlebih," kata Ahli Ekonomi dan Keuangan Citi, Helmi Arman, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat, 13 April 2012.

Sebagai pengingat, diperlukan US$134,6 barel untuk ICP April atau rata-rata ICP sebesar US$124 per barel pada April dan Mei untuk mencapai ambang batas US$120,75 per barel sebagai syarat kenaikan harga BBM.

Citi mengakui, lembaganya cukup khawatir dengan tertundanya kenaikan harga BBM bersubsidi. Kekhawatiran terutama berasal dari kemungkinan terganggunya neraca pembayaran pemerintah.

Tanda-tanda kekhawatiran itu setidaknya terlihat dari cadangan devisa pada Maret 2012 yang turun 1,5 persen menjadi US$110,5 miliar. "Tanpa koreksi harga BBM, impor minyak akan terus tumbuh kuat menekan neraca perdagangan," katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, jika nanti harga minyak dunia terus merangkak naik, pemerintah akan tetap dengan rencana awal yaitu menyesuaikan harga BBM.

"Kalau tidak, nanti anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur dan kegiatan-kegiatan penting untuk masyarakat ditunda untuk menutup peningkatan subsidi energi," paparnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru