BISNIS

Seberapa Besar Asing Menguasai Bank RI?

Perbankan yang dimiliki oleh asing telah mendominasi pangsa perbankan nasional.

ddd
Rabu, 2 Mei 2012, 09:13 Nur Farida Ahniar
Ilustrasi perbankan nasional
Ilustrasi perbankan nasional (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews- Kepemilikan investor asing di industri perbankan kembali dipersoalkan setelah adanya aksi korporasi merger antara DBS Group dengan Bank Danamon. Bank Indonesia sendiri belum bisa memberikan persetujuan  hingga aturan kepemilikan mayoritas selesai diterbitkan. Aturan itu segera diterbitkan( baca di sini)

Kepemilikan asing di perbankan dan asas perlakukan yang sama (resiprokal) sering dikeluhkan oleh perbankan lokal, terutama bank besar di Indonesia seperti PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Mereka mengaku sulit membuka cabang di luar negeri. (Selengkapnya lihat tautan ini)

Banyak bankir dan pemilik bank yang menganjurkan kepada pemerintah dan otoritas perbankan agar mengatur soal kepemilikan asing ini. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi, bahkan mengangkat masalah ini ketika uji kelayakan menjadi calon deputi gubernur BI. Dalam pemaparannya, ia menggambarkan seberapa besar kepemilikan asing di di industri perbankan.

Dalam bahan presentasi itu disebutkan bahwa perbankan yang dimiliki  asing telah mendominasi pangsa perbankan nasional. Hal itu terlihat dari aset, penghimpunan dana pihak ketiga, dan penyaluran kredit yang naik signifikan. Saat ini jumlah bank asing 10 bank, bank campuran 14 bank dan bank swasta nasional yang dimiliki asing 19 bank.

Jika dibandingkan pada 1999, pada saat investor boleh memiliki saham perbankan hingga 99 persen, pangsa pasar aset milik asing hanya 11,6 persen yang terdiri dari bank asing 8,6 persen, bank campuran dan bank umum swasta nasional yang dimiliki asing sebesar 36,2 persen. Sedangkan pada 2010 total aset yang dimiliki asing melonjak 46,7 persen.

Angka itu terdiri dari aset 7,6 persen dari bank asing dan 39,1 persen bank ampuran dan bank swasta yang dimiliki asing. Komposisi ini juga menggerus aset bank BUMN dari 49,5 persen pada 1999 menjadi 38,1 persen pada 2010.

Sedangkan untuk pangsa pasar kredit, pada 1999 asing menguasai 20,3 persen yang terdiri dari bank asing 13,2 persen dan bank campuran dan bank swasta milik asing sebesar 7,1 persen. Sedangkan pada 2010 naik 47,2 persen yang terdiri 6,8 persen bank asing dan 40,4 persen dari bank campuran dan bank swasta milik asing. Untuk pangsa pasar kredit bank BUMN dari 53,2 persen pada 1999 turun 37,7 persen pada 2010.

Dari sisi pangsa pasar dana pihak ketiga (DPK), asing pada 1999 masih menguasai 11,3 persen yang terdiri dari 9,3 persen milik bank asing dan hanya 2 persen milik bank campuran dan bank swasta milik asing. Sedangkan pada 2010 pangsa pasar asing di dana masyarakat naik 44,8 persen.

Angka itu terdiri dari bank asing 5,5 persen dan bank campuran dan bank swasta milik asing 39,3 persen. Pangsa pasar DPK untuk BUMN pada 1999 sebesar 46,8 persen dan turun menjadi 39,6 persen pada 2010.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ddavinr
02/05/2012
.. iNdonesia mEmang sanGat sAntai sEkali.. mElewati 20% saja sEbetulnya sudah sAngat mEngkhawatirkan.. klw mEreka menGuasai lebih bAnyak.. tUnggu sAja mereka akan sesuka hati mengatur INDONESIA.. alias jadi jongos-nya.. pedulilah dngn bangsa-mu!!
Balas   • Laporkan
llllll
02/05/2012
indonesia jadi kacung di negeri sendiri.
Balas   • Laporkan
maarhalim
02/05/2012
Kenapa kalian mempermasalahkan undang -undang dan keputusan yang kalian bikin sendiri? Dasar para pemimpin.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com