BISNIS

BBM Batal Naik, Ekonomi RI Membaik

ITB dan ITK adalah indikator kepercayaan pelaku bisnis terhadap perekonomian Tanah Air.

ddd
Senin, 7 Mei 2012, 13:20 Hadi Suprapto, R. Jihad Akbar
Petugas tengah mengisi bahan bakar bersubsidi di satu stasiun pengisian bahan bakar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Petugas tengah mengisi bahan bakar bersubsidi di satu stasiun pengisian bahan bakar di Jakarta, beberapa waktu lalu. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Meski menyisakan sejumlah masalah, pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada April lalu sedikit membawa dampak positif pada perekonomian nasional. Pasalnya, keputusan tersebut memicu meningkatnya Indeks Tendensi Bisnis (ITB) dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK).

"Prospek bisnis membaik karena faktor pembatalan kenaikan BBM, begitu pula konsumen," kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin, 7 Mei 2012.

Sementara itu dari sisi fiskal, pembatalan kenaikan harga BBM justru membuat anggaran subsidi bengkak hingga seperlima anggaran belanja pemerintah. Subsidi yang dianggarkan Rp225 triliun pada APBN-P 2012, bisa jebol ke Rp340 triliun jika tidak ada kenaikan harga atau pengendalian konsumsi.

Suryamin juga mengatakan, ITB pada triwulan II diperkirakan akan mencapai 107,86  dari 103,89 pada triwulan I. Peningkatan tersebut nantinya  diperkirakan terjadi pada semua sektor dan  pelaku usaha. "Peningkatan tertinggi terjadi di pengangkutan dan komunikasi di 111,11 dan terendah pada industri pengolahan 104,42," katanya.

Untuk ITK, lanjutnya, kepercayaan konsumen untuk membelanjakan penghasilannya pada triwulan II sebesar 108,34 atau meningkat dari triwulan I 106,54. Ini karena peningkatan pendapatan rumah tangga dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan. "Membaiknya hampir terjadi di semua provinsi. Tertinggi di Jakarta 112,56 dan terendah Maluku Utara 104,93," ujar Suryamin.

Sebagai Informasi, ITB dan ITK adalah indikator kepercayaan pelaku bisnis maupun masyarakat sebagai konsumen terhadap perekonomian Tanah Air. Ambang batas baik atau tidaknya suatu indikator berada di angka 100.

Optimisme yang tercemin dari peningkatan ITB dan ITK juga bisa menjadi pemicu terjadinya peningkatan ekonomi pada kuartal II nanti. "Ini juga menjadi sinyal, tadi pebisnis juga sudah optimis," katanya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
donilesmana
07/05/2012
meskipun begitu, mari kita tetap berhemat. dimulai dari pemerintah lalu diikuti masyarakat. dengan demikian ekonomi Indonesia akan semakin membaik.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru