BISNIS

Sebelum Habis Jabatan, SBY Genjot Pertumbuhan

SBY berjanji, kinerja pemerintahannya akan berhasil dengan keutuhan KIB jilid II.

ddd
Kamis, 10 Mei 2012, 16:59 Nur Farida Ahniar, Dwifantya Aquina
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hendak menggenjot percepatan pembangunan melalui rencana kerja pemerintah (RKP) 2013 sebelum tutup jabatan. Ia memastikan kinerja pemerintahannya akan berhasil dengan keutuhan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II hingga akhir jabatannya.

"Saya akan mengakhiri masa bakti pada pemilu mendatang dengan menjaga keutuhan kabinet. Pada masa bakti terakhir dengan melakukan percepatan peningkatan pembangunan," kata SBY saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 10 Mei 2012.

"Marilah tahun ini bersama-sama dalam penuh sasaran agar RKP 2013 dan APBN-P 2012 dapat dicapai dengan baik. Sukses apa yang kita lakukan tahun ini menjadi modal dengan rencana mendukung pagu indikatif," tuturnya.

SBY mengatakan, saat ini, situasi dunia masih penuh ketidakpastian dan belum menentukan. Ditambah dengan bayangan krisis ekonomi, keamanan, dan politik yang masih dihadapi semua bangsa.

"Apa yang terjadi di Eropa hari-hari terakhir ini misalnya, dan dampak apa yang terjadi di Eropa pada belahan bumi yang lain, juga sudah diantisipasi oleh banyak pihak. Kesimpulan tahun ini, ekonomi dunia belum aman. Ekonomi semua negara terkena dampaknya," ujarnya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, pada triwulan pertama terdapat perlambatan ekspor, sehingga menyebabkan adanya penurunan ekspor. Terkait masalah ini, SBY meminta kepada menteri perdagangan dan menteri terkait untuk melakukan kerja ekstra agar tidak sampai menurun drastis.

"Kalau ekspor turun dan pertumbuhan terjaga 6,5 persen, maka yang harus dilakukan adalah belanja pemerintah, jangan terlambat, jangan terlewat, dan salah sasaran," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengatakan Indonesia merupakan tempat yang baik untuk berinvestasi. Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan kualitas penanaman investasi di Indonesia dalam rangka percepatan pembangunan.

Pernyataan SBY itu mengutip tulisan pimpinan perusahaan yang pernah mendampingi Perdana Menteri Inggris yang mengatakan Indonesia sebagai tempat yang baik untuk berinvestasi. Menurut dia, ada tiga hal yang harus dipenuhi agar Indonesia bisa meningkatkan investasi menjadi lebih pesat.

Pertama, kepastian hukum dan peraturan. SBY meminta regulasi atau peraturan bisnis jangan berubah-ubah, sehingga membuat investor bingung dengan ketentuan hukum. Kedua, iklim usaha yang lebih baik. Ketiga, infrastruktur yang lebih maju.

"Jika ketiga hal ini konsisten dilakukan, investasi di Indonesia dapat bergerak dan memiliki kemampuan yang besar," ujarnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru