BISNIS

Soal Pesawat Jet, BUMN Pilih Kanada dan China

Dahlan Iskan memastikan tidak menambah lagi pembelian pesawat jet kelas menengah

ddd
Jum'at, 11 Mei 2012, 19:46 Syahid Latif, Alfin Tofler
Pesawat MA-60 milik Merpati Nusantara
Pesawat MA-60 milik Merpati Nusantara (airliners.net)

VIVAnews - Meski bisnis pesawat terbang kelas menengah di tanah air tengah melonjak, maskapai penerbangan milik pemerintah takkan membeli produk dari Rusia. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku telah memilih produk pesawat dari China dan Kanada.

"Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines sudah beli dari Kanada dan China," ujar Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Jumat 11 Mei 2012.

Menurut Dahlan, bisnis pesawat berkapasitas penumpang 100 seat memang tengah dibutuhkan sejumlah maskapai penerbangan. Terlebih lagi untuk Indonesia yang memiliki daerah-daerah yang dapat dijangkau untuk jarak terbang pendek.

Dengan alasan itu pula, banyak perusahaan penerbangan Indonesia yang memilih memesan pesawat jet Sukhoi SuperJet 100 dari Rusia. "Menurut perusahaan penerbangan, pesawat yang jenis 100 tempat duduk saat ini memang sangat diperlukan," ujarnya.

Selama ini, ungkap Dahlan, maskapai penerbangan seringkali mengeluhkan pemborosan dari penggunaan pesawat berbadan besar. Akibatnya, perusahaan memilih beralih ke pesawat berkapasitas 100 kursi.

Strategi ini juga yang dijalankan oleh maskapai penerbangan pemerintah seperti Merpati dan Garuda Indonesia. Namun, kedua maskapai tersebut diakui tidak memasok pesawat dari produsen Rusia.

Saat ini, Garuda diketahui telah memesan 15 unit pesawat jet kelas menengah dari Bombardier, Kanada. Begitu pula dengan Merpati Nusantara yang memasok pesawat MA-60 dari Xian Aircraft, China. 

Dengan pemesanan tersebut, Dahlan memastikan, masakapai penerbangan milik pemerintah tidak akan memesan lagi pesawat jet kelas menengah. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Mas dahlan kalo ndak beli sebaiknya diam, sukhoi ini sedang promo lalu dari promo dapet musibah, eeee ... malah anda ngomong ndak bakal beli. Sadarlah ucapan anda ini adalah musibah bagi marketing sukhoi, jangan menambah masalah lah, anda terlalu lebay
Balas   • Laporkan
delta88
11/05/2012
jelas lah pak media......lhawong yang beli aja swasta.......SJ100 itu bagus pesawatnya...komponenya dari berbagai negara yang top.dalam dirgantara dan teknologi
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru