BISNIS

Sentimen Yunani Buat Bursa Eropa Rontok

"Menjual aset berisiko tampaknya menjadi jalan keluar terbaik."

ddd
Senin, 14 Mei 2012, 15:55 Syahid Latif
Bursa saham di Moskow
Bursa saham di Moskow (REUTERS/ Denis Sinyakov)

VIVAnews - Bursa saham Eropa dibuka melemah pada perdagangan hari ini, setelah Yunani gagal membentuk pemerintahan baru. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan ancaman baru bagi krisis keuangan Eropa yang makin terperosok.

Saham perbankan Eropa tercatat turun 2,4 persen, setelah para pemimpin politik Yunani gagal membentuk pemerintahan koalisi. Kondisi ini memunculkan sinyal bagi investor bahwa Yunani kemungkinan akan keluar dari Uni Eropa.

"Ini sungguh membuat sakit kepala, karena pemikiran para politisi itu akan bertentangan dengan aset berisiko apapun," kata Chief Strategist AXA Investment Manager di Paris, Prancis, Franz Wenzel seperti dikutip laman Reuters, Senin, 14 Mei 2012.

Selain saham perbankan, kejatuhan harga saham di bursa Eropa juga terjadi pada sektor sumber daya alam. Hal ini terjadi, akibat perlambatan ekonomi China usai pemerintah Beijing memotong batas cadangan modal perbankan. Saham sumber daya ini melemah 1,8 persen.

Indeks saham utama Eropa, FTSEurofirst 300 tercatat turun 1,8 persen ke level 1.007,95. Sementara itu, Euro STOXX50 turun dua persen ke level 2.210,23.

Selain faktor Yunani, bursa saham Eropa juga terpengaruh dengan kekalahan Konselir Angela Merkel dalam pemilihan umum di wilayah, yang semakin menambah pandangan negatif soal sektor yang beresiko tinggi.

"Menjual aset berisiko tampaknya menjadi jalan keluar terbaik untuk mendapatkan uang, di saat banyak aset yang penuh risiko," kata pialang dari IG Market, Chris Weston.

Kondisi Eropa yang tak menentu juga membuat produk investasi yang masuk kategori safe heaven seperti surat utang Jerman dan Dolar AS memperoleh untung. (asp)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru