Dirut Baru Merpati Contek Filosofi Metromini
Para pengusaha metromini dinilai pandai mengatur ongkos produksi dan mencari untung.
Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo. (VIVAnews/Irwan Kurniawan)
VIVAnews - Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Rudy Setyopurnomo, menegaskan, kepemimpinan dirinya di maskapai penerbangan perintis milik pemerintah ini akan dikelola menggunakan filosofi metromini.
Rudy menjelaskan, para pengusaha metromini pandai dalam mengatur ongkos produksi dan mendapatkan keuntungan operasi untuk membayar sopir, kenek, biaya suku cadang serta memberikan keuntungan bagi pemilik kendaraan.
"Dengan filosofi yang sama, akan diterapkan di Merpati. Artinya, setiap rute Merpati harus menguntungkan," kata Rudy saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa 15 Mei 2012.
Untuk membuat rute-rute Merpati menjadi menguntungkan, Rudy mengimbau segenap karyawan memberikan yang terbaik bagi Merpati. Dengan begitu, perusahaan dapat tumbuh dan bisa memberikan keuntungan bagi karyawannya.
Rudy yang juga mengajar strategi bisnis di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu berjanji akan menerapkan ilmunya di Merpati. Dirinya juga takkan segan-segan menularkan ilmunya itu kepada karyawan Merpati.
Untuk menjalankan bisnis perusahaan ke depan, Merpati akan mempelajari kebutuhan penumpang dengan lebih detail. "Kami harus tahu pasar seperti apa. Pisang goreng bisa saja dijual Rp500 dengan lalat di pinggir jalan dan bisa dijual Rp25.000 di hotel bintang lima," paparnya.
Di antara salah satu rute yang menjadi perhatian mantan komisaris utama Merpati ini adalah Jakarta-Bandung yang masih terus merugi. Pembenahan pada rute pendek ini akan dibuat mengikuti kebutuhan dan karakteristik para penumpang di rute tersebut.
"Kalau weekend, Cipularang macet, enak menggunakan pesawat. Saya akan jual ke universitas seperti Unpad, ITB, Unpar, UI, dan perusahaan-perusahaan seperti Telkom," tuturnya.
"Kami akan membuat penerbangan menjadi menyenangkan seperti orang ke kafe atau kalau mau kumpul alumni di Bandung, bisa ketemu di Halim," ujarnya.
Untuk saat ini, Rudy menambahkan, hal terpenting yang harus diselesaikan Merpati adalah membuat rute penerbangan menjadi menguntungkan. Di samping memahami kebutuhan penumpang, strategi lain adalah dengan menggiatkan pemasaran.
"Kalau mau jual es krim jangan di musim hujan. Kalau mau jual baju harganya Rp1 juta, nggak mungkin di Tanah Abang, tapi di mal," paparnya. (art)
- Info Momentum
- Efek Music Mozart Terhadap Kesehatan dan Kecerdasan
- Memori Otak Bisa Disimpan dalam Hardisk
- Misteri Kasus Frederick Valentich Diculik UFO
- Misteri Dibalik Uang Pecahan 20 Dollar Amerika
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Kisah Misteri Penyebab Kecelakaan di Gunung Lipan Kalimantan
- FOTO dan VIDEO : Darin Mumtazah Pelajar Cantik Simpanan Lutfi Hasan



