Dirut Baru Merpati Berkarier Pesat di Garuda
Rudy Setyopurnomo sempat jadi Presiden Direktur Indonesian Airlines, yang tutup pada 2003.
Senin lalu, Rudy Setyopurnomo dilantik sebagai Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines yang baru. (VIVAnews/Irwan Kurniawan)
VIVAnews - Pelantikan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines yang baru Senin 14 Mei 2012 lalu mengundang kontroversi. Sehari sebelum dilantik, 68 pilot mengancam mogok terbang, dan sehari setelah dilantik beberapa pejabat Merpati mengundurkan diri. Siapa sosok Rudy Setyopurnomo ini?
Dalam curriculum vitae yang dikutip VIVAnews, Rabu 16 Mei 2012, Rudy merupakan lulusan teknik mesin ITB angkatan 1971. Ia mengawali karirnya bersama maskapai PT Garuda Indonesia Tbk pada 1977.
Karirnya di Garuda Indonesia terus menanjak dan pada 1988, ia menjadi Vice Presiden of Maintenance and Engineering Garuda Indonesia. "Saya waktu itu menjadi Vice President Garuda Indonesia paling muda," ujar Rudy saat ditemui VIVAnews.
Karirnya terus menanjak. Ia pun melanjutkan sekolah lagi di Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Master of Management. Setelah dari UI, Rudy disekolahkan Garuda Indonesia melanjutkan sekolah di Massachusetts Institute of Technology dan memperoleh gelar Master of Science in Management.
Pada 1993, ia mendapatkan posisi baru sebagai Vice President of Corporate Planning Garuda Indonesia. Pada 1995, Rudy memutuskan keluar dari Garuda dan bergabung dengan PT Kresna Inti Cipta hingga 1999. Pada 1999, ia beserta almarhum Marsekal Madya (Purn) Kardono mendirikan PT Indonesian Airlines.
Rudy sempat menjadi Presiden Direktur Indonesian Airlines, yang tutup dan berhenti operasi pada 2003. Dia mempunyai porsi kepemilikan 25 persen saham di maskapai itu.
Menurut Rudy, pada 2002, perkembangan bisnis Indonesian Airlines sangat bagus, dan menyabet gelar terbaik dalam bidang pelayanan serta kinerja tepat waktu. Namun sayang, salah satu investor terkuat di Indonesian Airlines ingin mengalihkan dananya ke tempat lain.
"Jadi, pada waktu itu pemegang saham tidak berniat melanjutkan bisnisnya dan saya tidak menemukan investor yang kuat sehingga tutup. Ini bukan bangkrut," katanya.
Selepas di Indonesian Airlines, Rudy menjabat di beberapa perusahaan antara lain di PT Eastindo Air Charter sebagai senior advisor, PT Nusantara Turbin Propulsi sebagai Presiden Komisaris dan di PT ABM Investama Tbk sebagai Head of Business Process Improvement.
Setelah sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Merpati Nusantara Airlines selama satu setengah bulan, Rudi diangkat sebagai Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines. "Awalnya saya sempat menolak, namun karena tugas negara saya akhirnya saya menerima juga," ujarnya.
Ia tidak menyangka akan diangkat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai Dirut Merpati. "Saya hanya beberapa kali bertemu dengan Pak Dahlan, ngobrol dengan beliau. Saya punya pengalaman turn arround perusahaan, mungkin bekal itu beliau lihat dan beliau percaya saya dapat merubah Merpati," katanya. (ren)
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- FOTO dan VIDEO: Festival Olahraga Gulat Gambia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


