BISNIS

Hatta: Aksi Anarkis Pengaruhi Investasi

"Kita sendiri saja menolak kekerasan, apalagi investor,"

ddd
Rabu, 16 Mei 2012, 14:32 Nur Farida Ahniar, R. Jihad Akbar
Ilustrasi iklim investasi
Ilustrasi iklim investasi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengecam aksi-aksi anarkis yang saat ini mulai meresahkan. Hal ini dapat mempengaruhi investasi di Indonesia.

Hatta menambahkan, jika hal tersebut terus terjadi, citra iklim investasi Indonesia yang sedang baik saat ini dapat tercoreng.  "Kita sendiri saja menolak kekerasan, apalagi investor," ujar Hatta di Jakarta, Rabu 16 Mei 2012.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat menciptakan situasi kondusif kedepannya. Sehingga iklim investasi dapat terjaga dan terus meningkat. Namun Hatta enggan menyebutkan siapa oknum yang meresahkan masyarakat tersebut.

"Saya imbau  tanpa harus spesifik menyebutkan satu per satu," ujarnya.

Pernyataan Hatta tersebut menanggapi tulisan Wall Street Journal yang menurunkan laporan terkait batalnya konser dari Lady Gaga karena tidak adanya ijin dari kepolisian. Kedatangan Lady Gaga ini semula diawali dari protes dari ormas tertentu.

"Kelompok garis keras dengan sejarah protes penuh kekerasan telah mengancam menggunakan kekuatan fisik untuk mengusir artis itu dari Indonesia," tulis Wall Street Journal.

Tak hanya Wall Street Journal, berita mengenai Lady Gaga ini banyak ditulis media internasional, seperti Washington Post, BBC, Wall Street Journal, The Sun, New York Times, dan juga EOnline.

Sebelumnya diskusi buku Irsad Manji di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) Yogyakarta dibubarkan dengan cara kekerasan. Massa yang membawa selebaran Majelis Mujahidin Indonesia itu membawa pentungan, memecahkan kaca dan mengobrak-abrik tempat diskusi. Massa yang rata-rata mengenakan helm dan menutup muka langsung menjebol gerbang besi kantor dan menyelusup masuk menghancurkan apa saja yang ditemui di dekat lokasi diskusi di Banguntapan, Bantul, DIY. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Hai para pemuda pemudi sebangsa dan setanah air, Berpikir dan berjiwa besarlah jgn kalian terlena akan nikmat keduniawian. Sesungguhnya apa yg dikatakan orang yg lbh tua dari kita itu benar, bahwa Lady gaga itu tidak layak konser di indonesia. Bertobatlah
Balas   • Laporkan
mknya tegas sm ormas2 picik itu om menteri. bubarkan & seret tkh2nya yg mcm "kodok tak prnh lht matahari" itu ke pengadilan. terlps upy media brt yg ngobok2 bgs ina, bukankah kt mmg hdp di dunia yg terbuka? mmgnya kt mau mentp dr mcm taliban di afgan dulu
Balas   • Laporkan
judipriyono
16/05/2012
maju terus FPI
Balas   • Laporkan
frogman | 16/05/2012 | Laporkan
may God help Indonesia then....
hasankakoi
16/05/2012
amerika lagi,,,,negara barat lagi....ikut campur urusan negara lain aja...negara loe kaya yang udah bener aja
Balas   • Laporkan
frogman
16/05/2012
TIMTENG,sbg slh 1 ujung tombak prusak mental n moral bgs Indonesia dongkol,krn misi mrk gagal.Mrk kirim basyir,rijiq,mensponsori ormas militan dll.Mrk ingin moral n mental bgs Indonesia menjadi bobrok,shg lbh mudah diperbudak oleh hegemoni mereka.
Balas   • Laporkan
antibokis
16/05/2012
Media barat, sebagai salah satu ujung tombak perusak moral bangsa Indonesia dongkol, krn misi mereka gagal. Mereka kirim Lady Ga Ga, Irshad Manji dan lain2, Mereka ingin moral bangsa Indonesia menjadi bobrok, sehingga mudah diperbudak oleh hegemoni merek
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru