BISNIS

Untuk Apa Ormas Awasi BBM Subsidi

Fungsi pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi merupakan domain BPH Migas.

ddd
Sabtu, 19 Mei 2012, 14:16 Hadi Suprapto
Satgas BPH Migas menemukan penyalahgunaan BBM berubsidi dengan kerugian negara miliaran ruiah.
Satgas BPH Migas menemukan penyalahgunaan BBM berubsidi dengan kerugian negara miliaran ruiah. (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Wacana Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melibatkan organisasi massa dalam pengawasan bahan bakar bersubsidi dinilai sesuatu yang aneh dan pantas dipertanyakan.

Pengamat energi Sofyano Zakaria mengatakan, jika pengawasan BBM bersubsidi diserahkan kepada pihak lain, khususnya terhadap mereka yang tidak memiliki kewenangan secara hukum dalam pengawasan, maka rencana tersebut merupakan sesuatu yang aneh.

"Fungsi pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi merupakan domain BPH Migas yang diamanatkan oleh UU 22 tahun 2001 tentang Migas," kata Sofyano kepada VIVAnews, Sabtu 19 Mei 2012.

Pendiri Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) ini mengatakan, jika BPH Migas melibatkan pihak yang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan BBM bersubsidi, bisa dimaknai sebagai sikap ketidakpercayaan terhadap institusi hukum.

"Ini dapat pula dimaknai sebagai ketidak mampuan BPH Migas dalam melakukan fungsi dan tugas pengawasan BBM bersubsidi," katanya.

Menurut dia, pengawasan terhadap penyelewengan BBM bersubsidi sudah dilakukan oleh banyak pihak yang memiliki kewenangan pengawasan dan penindakan, seperti kepolisian, kejaksaan, maupun lembaga yang lain.

Karena itu, rencana BPH Migas melibatkan ormas dapat dinilai kontraproduktif dan berpotensi hanya menghamburkan anggaran pemerintah saja.

Sebelumnya anggota Komite BPH Migas Fahmi Harsandono mengatakan, pihaknya akan memantau ketat kuota BBM subsidi tahun ini agar tidak melebihi kuota 40 juta kiloliter. "Ormas-ormas dan OKP akan kami gandeng untuk melakukan pengawasan BBM subsidi, tujuannya agar BBM subsidi tepat sasaran tidak diselundupkan ke industri, tambang, dan perkebunan," kata Fahmi dalam dialog publik, Rabu lalu.

Namun, rencana menggandeng ormas sampai saat ini masih terkendala soal gaji. "Kami sudah ajukan sekian juta untuk gaji ormas yang akan kita gandeng untuk melakukan pengawasan BBM," ujar Fahmi.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
100001293844254
01/06/2012
lucu dan sangat lucu sekali,, kenapa hrus ormas ! emang sudah tidak ada lagi yang mampu di pemerintahan... !!!
Balas   • Laporkan
salomo
30/05/2012
Makanya BUBARKAN saja BPH Migas itu, sejak dibentuk s/d sekarang nda keliatan tuh kerjanya. Memboroskan anggaran negara aja..
Balas   • Laporkan
destinoke
25/05/2012
tambah ancur aja negara ini, meleset jauh dari cita cita bapak prokalamator kita dulu..
Balas   • Laporkan
delcom
21/05/2012
hahaha soalnya pucuk pimpinan suka tidur siang... males mikir yg gituan, mikirim partai aja lebih asik
Balas   • Laporkan
yusocta
20/05/2012
negara jadi bodoh
Balas   • Laporkan
jumr
20/05/2012
kayak nya ngak lama lagi indonesia bakal ada perang saudara.... karena pada ahirnya nanti akan banyak ormas yang muncul dan saling berebut jatah pengamanan. ormas yang satu mengaman kan bbm nya, ormas yang satu mengamankan pengecer bbm. dll
Balas   • Laporkan
bahasyir
20/05/2012
inilah NEGARA TANPA PEMIMPIN, semua jalan seenak dengkulnya sendiri-sendiri...
Balas   • Laporkan
oli_xxx
20/05/2012
negara edan, kalo gitu bubarkan saja institusi kepolisian, dan kejaksaan. Sekalian ormas dan okp yang berkuasa saja. Saya akan memilih Prabowo jika dia berjanji sanggup menertibkan ormas2 yg anarkis.
Balas   • Laporkan
n@lutfi
20/05/2012
Negara yang konyol,..... hua,..ha,..ha,...
Balas   • Laporkan
adeharto123
20/05/2012
saya setuju negara ini berpihak pada ormas...dan artinya negara ini mau maju bersama sama tidak otoriter....rakyat dan pimpinan saling bekerjasama...ya saya sieh gak mengerti byk tapi paling enggak..."niat yg baik akan menghasilkan yg baik pula"
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru