BISNIS

Dana Evakuasi Sukhoi di Luar Cadangan Fiskal

Dana cadangan risiko fiskal itu digunakan jika terjadi bencana alam.

ddd
Senin, 21 Mei 2012, 10:49 Nur Farida Ahniar, R. Jihad Akbar
Prajurit TNI ikut misi evakuasi korban Sukhoi di Gunung Salak
Prajurit TNI ikut misi evakuasi korban Sukhoi di Gunung Salak (REUTERS/Beawiharta)

VIVAnews - Dana evakuasi dan identifikasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 sebesar Rp800 miliar berasal dari anggaran Badan SAR Nasional dan tim yang melakukan evakuasi. Alokasi dana itu belum menggunakan dana cadangan risiko fiskal yang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012.

Menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Herry Purnomo, dana itu dikeluarkan dari anggaran kementerian dan lembaga yang menangani hal tersebut. "Tidak menggunakan dana cadangan risiko fiskal," ujar Herry di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin 21 Mei 2012.

Ia menjelaskan, dana cadangan risiko fiskal digunakan jika terjadi bencana alam. Itu pun sesudah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar (Pol) Boy Rafli Amar mengungkapkan dana identifikasi korban Sukhoi berasal dari APBN, yang sudah disiapkan pemerintah.

"Antara lain pemeriksaan DNA, karena butuh biaya mahal, untuk operasi DVI sampai hari ke-12," tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah mempersiapkan dana kontingensi atau cadangan risiko fiskal guna penanggulangan bencana tahun ini. Dana tersebut dialokasikan sebesar Rp4 triliun. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru