Otoritas AS Turun Tangan Soal Kisruh Facebook
Dua otoritas itu menganggap ada pertanyaan serius yang harus dijawab Facebook.
Saham Facebook terus melemah hingga hari keempat perdagangan di bursa Nasdaq. (REUTERS/Thomas Hodel)
VIVAnews - Ambruknya harga saham perusahaan jejaring sosial, Facebook Inc ke level di bawah harga perdananya memaksa dua lembaga top keuangan Amerika Serikat campur tangan. Mereka berjanji akan menaruh perhatian serius pada kekisruhan saham pencipta rekor bursa AS itu.
Dua otoritas top AS itu adalah the Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) dan Securities and Exchange Commission (SEC).
Seperti dikutip laman Reuters, Rabu 23 Mei 2012, kegagalan Facebook menciptakan untung bagi investor sudah mulai terasa pada perdagangan perdana akhir pekan lalu. Walau sempat melonjak ke harga US$45 per lembar, Facebook harus puas ditutup pada harga US$38,23 per lembar atau hampir bergerak mendatar.
Saham Facebook terus bergerak turun pada perdagangan awal pekan ini. Pada perdagangan kemarin, saham Facebook kembali anjlok 8,9 persen ke level US$31 per lembar. Dengan volume transaksi mencapai 101 juta lembar, saham Facebook kini turun lebih 18 persen.
Jatuhnya harga saham Facebook juga membuat kapitalisasi pasar perusahaan berkurang lebih dari US$19 miliar, dibandingkan saat pertama kali mencatatkan saham di bursa Nasdaq.
Kabar tak sedap tak hanya berhenti di situ. Investor seolah masih gemas dengan informasi yang menyebutkan bahwa para penjamin emisi (underwriter) IPO Facebook sebetulnya menurunkan proyeksi pertumbuhan pendapatan perusahaan milik Mark Zuckergberg itu.
Informasi itu hanya diterima oleh segelintir pihak, sehari sebelum pencatatan saham di bursa Nasdaq. "Ini masalah yang menjadi perhatian kami dan tentunya bagi SEC (otoritas bursa AS)," ujar Pemimpin dan CEO FINRA, Richard Kethcum.
Ketchum memastikan bahwa tanpa menunggu pihak mana yang akan menangani kisruhnya IPO Facebook, kedua lembaga itu akan memberikan perhatian penuh pada kasus tersebut.
Sementara itu, juru bicara Morgan Stanley menolak untuk mengomentari pernyataan dari dua otoritas keuangan tersebut.
Pemimpin Bursa Efek AS (SEC), Mary Schapiro berharap agar investor tetap percaya untuk menginvestasikan dananya di pasar modal. Namun, ia mengakui adanya beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan tepat.
"Saya pikir, banyak alasan untuk tetap yakin pada kondisi pasar modal AS dan integritas kami dalam menjalankannya. Namun, ada beberapa isu yang memang harus diperhatikan secara spesifik dari proses IPO Facebook," kata dia. (asp)
-
10 Gol Tercipta di Laga Perpisahan Ferguson
-
Belasan RS Mundur dari Program KJS Andalan Jokowi. Ada Apa?
-
Manchester City Perpanjang Daftar "Invasi" Klub Eropa ke Indonesia
-
Chelsea Segel Posisi Ketiga Klasemen Akhir
-
Spurs Tetap Gagal ke UCL Meski Sukses Tekuk Sunderland
-
ManCity Tutup Musim dengan Kekalahan
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



