BISNIS

Otoritas AS Turun Tangan Soal Kisruh Facebook

Dua otoritas itu menganggap ada pertanyaan serius yang harus dijawab Facebook.

ddd
Rabu, 23 Mei 2012, 10:08 Syahid Latif
Saham Facebook terus melemah hingga hari keempat perdagangan di bursa Nasdaq.
Saham Facebook terus melemah hingga hari keempat perdagangan di bursa Nasdaq. (REUTERS/Thomas Hodel)

 

VIVAnews - Ambruknya harga saham perusahaan jejaring sosial, Facebook Inc ke level di bawah harga perdananya memaksa dua lembaga top keuangan Amerika Serikat campur tangan. Mereka berjanji akan menaruh perhatian serius pada kekisruhan saham pencipta rekor bursa AS itu. 

Dua otoritas top AS itu adalah the Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) dan Securities and Exchange Commission (SEC).

Seperti dikutip laman Reuters, Rabu 23 Mei 2012, kegagalan Facebook menciptakan untung bagi investor sudah mulai terasa pada perdagangan perdana akhir pekan lalu. Walau sempat melonjak ke harga US$45 per lembar, Facebook harus puas ditutup pada harga US$38,23 per lembar atau hampir bergerak mendatar. 

Saham Facebook terus bergerak turun pada perdagangan awal pekan ini. Pada perdagangan kemarin, saham Facebook kembali anjlok 8,9 persen ke level US$31 per lembar. Dengan volume transaksi mencapai 101 juta lembar, saham Facebook kini turun lebih 18 persen. 

Jatuhnya harga saham Facebook juga membuat kapitalisasi pasar perusahaan berkurang lebih dari US$19 miliar, dibandingkan saat pertama kali mencatatkan saham di bursa Nasdaq. 

Kabar tak sedap tak hanya berhenti di situ. Investor seolah masih gemas dengan informasi yang menyebutkan bahwa para penjamin emisi (underwriter) IPO Facebook sebetulnya menurunkan proyeksi pertumbuhan pendapatan perusahaan milik Mark Zuckergberg itu. 

Informasi itu hanya diterima oleh segelintir pihak, sehari sebelum pencatatan saham di bursa Nasdaq. "Ini masalah yang menjadi perhatian kami dan tentunya bagi SEC (otoritas bursa AS)," ujar Pemimpin dan CEO FINRA, Richard Kethcum.

Ketchum memastikan bahwa tanpa menunggu pihak mana yang akan menangani kisruhnya IPO Facebook, kedua lembaga itu akan memberikan perhatian penuh pada kasus tersebut. 

Sementara itu, juru bicara Morgan Stanley menolak untuk mengomentari pernyataan dari dua otoritas keuangan tersebut. 

Pemimpin Bursa Efek AS (SEC), Mary Schapiro berharap agar investor tetap percaya untuk menginvestasikan dananya di pasar modal. Namun, ia mengakui adanya beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan tepat. 

"Saya pikir, banyak alasan untuk tetap yakin pada kondisi pasar modal AS dan integritas kami dalam menjalankannya. Namun, ada beberapa isu yang memang harus diperhatikan secara spesifik dari proses IPO Facebook," kata dia. (asp)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
bobdarren
24/05/2012
Org yahudi selalu membangun bisnis dan karirnya dg tipu daya dan menghalalkan segala cara.. Rothschild, Soros, Murdoch, Bernanke, Greenspan, Goldschmidt adalah contohnya....
Balas   • Laporkan
bambang_gentolet | 24/05/2012 | Laporkan
Betul masbro


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru