BISNIS

Wapres: Daerah Aliran Sungai Basis Pangan

DAS punya peran penting bagi penciptaan kesejahteraan dalam pengertian yang luas.

ddd
Rabu, 23 Mei 2012, 11:44 Antique, Mohammad Adam
Wapres minta blueprint pengelolaan DAS.
Wapres minta blueprint pengelolaan DAS. (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono mengharapkan agar rapat kerja nasional pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) tahun ini menghasilkan perencanaan program nyata dan sinergi untuk jangka panjang. Perencanaan program itu selanjutnya agar digunakan pemerintah pusat maupun daerah.

"Rakernas pengelolaan DAS 2012 ini saya harapkan bisa berjalan dengan baik. Sebab, di sini lah nanti akan ada hasil-hasil yang bisa jadi landasan untuk langkah-langkah konkret. Artinya, tentu suatu action plan, suatu blueprint di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota," ujar Boediono dalam sambutan pembukaan Rakernas pengelolaan DAS di Istana Wapres, Jakarta, Rabu 23 Mei 2012.

Menurut Boediono, Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS memang sudah memberikan landasan yang bagus bagi semua pihak untuk membuat kebijakan program, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Namun, hingga saat ini belum ada blueprint pengelolaan DAS untuk jangka panjang.

"Blueprint ini adalah action plan dalam jangka waktu yang cukup lama. Tidak cukup untuk satu waktu masa jabatan bupati atau walikota, tapi harus beberapa puluh tahun ke depan," ujar Wapres.

Blueprint jangka menengah dan panjang bagi masing-masing DAS di daerah-daerah, menurut Boediono, nantinya akan menjadi tolok ukur keberhasilan dalam mengoordinasikan pengelolaan DAS di Tanah Air.

Boediono menekankan bahwa DAS mempunyai peran penting bagi penciptaan kesejahteraan dalam pengertian yang luas.

"DAS memang penting. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga kalau kita membuka kembali buku sejarah bahwa peradaban manusia dimulai dari daerah-daerah sungai. Jadi, river civilization itu adalah awal dari peradaban manusia," ujar Wapres.

Dia melanjutkan, sekitar 6.000-8.000 tahun yang lampau, di mana orang sudah mengenal manfaat sungai dan air, mereka menetap di kawasan itu untuk bercocok tanam dan memelihara ternak. "Akhirnya, dari daerah itu tumbuh peradaban," kata Boediono.

Boediono menjelaskan, sumber peradaban Mesir adalah sungai Nil. Demikian pula, yang terjadi dengan sungai Mesopotamia di Sumeria, sungai Eufrat di Inggris, dan sungai Indus di Pakistan-India. "Sungai Kuning di China pada 3.000 tahun lampau juga tumbuh kerajaan kekaisaran dengan peradaban tinggi," tambahnya.

Untuk itu, Wapres melanjutkan, harus dipahami bahwa kepentingan tidak hanya dengan mengenal DAS sebagai bagian yang penting bagi pertanian, tetapi juga kehidupan dalam arti luas.

Di beberapa negara yang tidak banyak mempunyai DAS, menurut Boediono, mengandalkan pada sektor lainnya. Contohnya di Mongolia, yang kini sudah memanfaatkan sumber-sumber tambangnya. Namun, itu tetap tidak bisa mengganti keuntungan memenuhi kebutuhan pangan dari alam yang terkait dengan sungai atau sumber air.

"Kebutuhan manusia terhadap makanan atau bahan pangan itu akhirnya tergantung pada alam. Betapa pun tinggi kemajuan industri suatu negara, tidak akan bisa menggantikan peran dari pertanian dalam arti luas untuk mendukung kebutuhan bahan pangannya," tuturnya.

Boediono mengaku bahwa ia belum pernah mendengar bahwa sekarang ini ada bahan makanan sintetis yang benar-benar dari bahan kimia yang bisa diproduksi secara industri. 

"Untuk itu, penting memelihara alam. Penting bagi kita memelihara DAS. Sebab, di situ lah sumber dari bahan makan kita, juga untuk anak cucu," kata Boediono. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
prima54
23/05/2012
Pak Wapres kemana aja nih, kok baru nongol sih.. Kemaren2 ngurusin apa sih Pak?? kok media gak liput yaa.. Kurang laku nih pak Wapres.. Maju terus Pak Wapres untuk kemajuan Indonesia.. Jangan berhenti lakukan yg terbaik untuk Indonesia
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru