BISNIS

Emas Layak Jadi Cadangan Devisa

Selain harga yang stabil, keuntungan emas adalah likuid. Perdagangan emas sangat mudah.

ddd
Rabu, 23 Mei 2012, 18:01 Hadi Suprapto, Nina Rahayu
Selain harga yang stabil, keuntungan emas adalah likuid. Perdagangan emas sangat mudah, tidak seperti komoditas lain.
Selain harga yang stabil, keuntungan emas adalah likuid. Perdagangan emas sangat mudah, tidak seperti komoditas lain. (http://sobatsepeda.wordpress.com)

VIVAnews - Di tengah kondisi perekonomian global yang tak menentu, emas bisa menjadi pilihan cadangan devisa yang menarik. Logam mulia ini masih menjanjikan kestabilan harga, tidak seperti mata uang dolar AS yang selama ini dipakai.

"Dengan pasokan terbatas dan tidak bisa diproduksi massal, harga emas akan tetap stabil," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Destry Damayanti, dalam acara "Macroeconomic & Market Outlook 2012" di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu 23 Mei 2012.

Selain harga yang stabil, keuntungan emas adalah likuid. Perdagangan emas sangat mudah, tidak seperti komoditas-komoditas yang lain.

Menurut Destry, beberapa negara sudah menyimpan emas sebagai bentuk cadangan devisa negara. Indonesia, dia melanjutkan, sudah memiliki cadangan emas, namun sedikit.

Namun demikian, beberapa waktu lalu, Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, mengaku enggan menambah cadangan devisa dalam bentuk emas. Alasannya, harga emas sudah melambung terlalu tinggi.

"Emas sudah makin mahal. Kami sudah memiliki cadangan devisa dalam bentuk emas yang cukup besar," ujar Darmin di Gedung BI, Jakarta, Jumat 19 Agustus 2011.

Darmin menjelaskan, cadangan devisa dalam bentuk emas juga membutuhkan penyimpanan khusus. Selama ini, cadangan devisa terdiri atas mata uang dolar dan nondolar AS. Untuk nondolar, BI menempatkan dananya dalam instrumen surat berharga negara di pasar negara berkembang yang dianggap memiliki perekonomian kuat.

Menurut dia, diversifikasi cadangan devisa sudah mulai berimbang antara dolar dan nondolar AS. "Walaupun dolar lebih sedikit besar, komposisinya sudah mulai mendekati berimbang,” katanya.

BI mencatat cadangan devisa April mencapai US$114,9 miliar atau setara dengan 7,75 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan ini meningkat dibandingkan akhir Maret yang hanya US$110,5 miliar. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
didik2000
31/05/2012
butuh keberanian yg super besar & jiwa patriotik yang sgt kuat rakyat Indonesia dari sabang - merauke, untuk melaksanakannya. tapi itu skg sangat amat tidak mungkin. AMERIKA say : "kalau kamu utak atik freeport dsb, kuobrak-abrik kau dg cara yg sgt halus"
Balas   • Laporkan
andariesta
23/05/2012
Jika freeport, newmont dan perusahaan tambang emas asing tidak di Indonesia. Dan semua tambang itu dikelola dengan baik oleh BUMN.. Cadangan emas Indonesia pasti akan besar dan pembangaunan di Indonesia akan lbh maju! Nasionalisasikan utk rakyat Indonesia
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru