BISNIS

Korban IPO Facebook, 4 Pialang Rugi Rp900 M

Sejumlah investor mengungkapkan bahwa pesanan saham tak sesuai permintaan mereka.

ddd
Jum'at, 25 Mei 2012, 11:10 Syahid Latif
Saham Facebook menguat ke level US$33, namun masih lebih rendah dari harga perdananya
Saham Facebook menguat ke level US$33, namun masih lebih rendah dari harga perdananya (REUTERS/Shannon Stapleton)

VIVAnews - Sejumlah perusahaan sekuritas yang melayani transaksi saham Facebook Inc mengaku mengalami kerugian hingga US$100 juta atau setara Rp900 miliar. Kerugian itu terjadi, akibat kekacauan perdagangan perdana saham tersebut di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. 

Empat pelaku pasar utama Wall Street itu mengungkapkan, mereka dan sejumlah broker lain tak bisa melaksanakan permintaan transaksi saham dari ribuan konsumennya.

Keempat pialang tersebut adalah Knight Capital, Citadel Securities, UBS AG, dan Citi's Automated Trading Desk.

Salah seorang eksekutif dari satu perusahaan itu, seperti dikutip VIVAnews dari laman Reuters, Jumat 25 Mei 2012, memperkirakan kerugian US$100 juta tersebut muncul akibat kegagalan transaksi perdagangan.

Knight dan Citadel mengkalim, kerugian yang mereka alami ditaksir mencapai kisaran US$30 miliar hingga US$35 miliar.

Bursa Nasdaq juga harus bertarung dengan prospek dari kalangan luar yang bisa membuat bursa khusus emiten teknologi itu kehilangan Facebook, sebagai salah satu emiten barunya.

Pada perdagangan kemarin, saham Facebook ditutup menguat 3,2 persen ke level US$33,03 per lembar. Walau naik, harga saham perusahaan jejaring sosial raksasa ini masih berada US$5 di bawah harga perdananya.

Facebook kini harus berhadapan dengan sejumlah otoritas bursa seperti U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), the Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) dan Massachusetts Secretary of the Commonwealth William Galvin. Mereka kini sedang mengali informasi mengenai bagaimana IPO Facebook tersebut ditangani.

Kabar baru dari kekacauan IPO Facebook memunculkan dugaan bahwa pesanan saham yang diajukan investor tak dilaksanakan pada harga yang diminta.

Salah seorang penasihat yang mengetahui kondisi tersebut menuturkan, banyak pemodal yang mulai mencari tahu informasi bahwa pemesanan saham mereka tak dilakukan pada harga yang diminta. (asp)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
scan
31/05/2012
trik buatan Yahudi
Balas   • Laporkan
soponyono
25/05/2012
itulah kalau yang diperjual belikan adalah kertas yang nggak sesuai harga dengan uang yang di simpan, dan kenapa katanya investasi...koq diperjualbelikan setiap hari apa nggak judi namanya???????
Balas   • Laporkan
atianwijaya
25/05/2012
Facebook salah langkah untuk melantai di Bursa Saham ... Pialang yg malang ... Sebelum IPO, Mark Zuckerberg udah memprediksinya ...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru