BISNIS

28 Oktober, Indonesia Pakai Satu Zona Waktu?

Penetapan waktu itu mundur dari rencana semula pada 17 Agustus 2012.

ddd
Jum'at, 25 Mei 2012, 17:49 Syahid Latif, R. Jihad Akbar
Pemerintah mengusulkan pelaksanaan penyatuan zona waktu pada 28 Oktober 2012
Pemerintah mengusulkan pelaksanaan penyatuan zona waktu pada 28 Oktober 2012 (REUTERS)

VIVAnews - Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) mengusulkan penyatuan zona waktu Indonesia mulai dilaksanakan pada 28 Oktober 2012.

Kepala Bidang Humas dan Promosi KP3EI, Edib Muslim mengungkapkan, penetapan tersebut telah memperhitungkan hari yang tepat, khususnya mencocokan waktu luang pasar keuangan.

"Intinya kami sudah bisa melakukan floating (kajian), itu harus hari Minggu pukul 00:59," ujarnya di Jakarta, Jumat 25 Mei 2012.

Menurut Edib, pemilihan tanggal tersebut mundur dari rencana awal. Semula pemerintah mengusulkan pelaksanaan penyatuan zona waktu dilakukan pada 17 Agustus 2012, atau dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri (19-20 Agustus 2012).  "Kami tidak ingin terjadi shock psikologis karena menjelang lebaran," tuturnya.

Selain menguntungkan dari sisi ekonomi, Edib yakin bahwa penyatuan zona waktu ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Indonesia. Terlebih lagi, Indonesia akan menghadapi persaingan ASEAN Comunity yang mulai terentegerasi pada 2015.

"Karena waktu merujuk 1 Januari 2015 (ASEAN Comunity) itu kurang dari 700 hari, itu buat pendidikan akan dikejar lebih cepat. Dari sisi hari sangat menentukan, kalau tidak, kita akan ketinggalan," tambahnya.

Edib menegaskan, usulan penentuan waktu pelaksanaan satu zona waktu itu dikeluarkan berdasarkan sebuah kajian yang dilakukan KP3EI. Namun untuk keputusannya, diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. "Yang penting, sepakat dulu penerapannya, (nanti) kita bisa kaji kembali," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur, Luky Eko Wuryanto mengungkapkan, terkait dengan kebijakan ini pada Juni mendatang akan dilakukan rapat koordinasi dengan semua pihak. Selanjutnya, pemerintah melakukan sosialisasi selama tiga bulan sebelum pelaksanaan.

"Intinya, beliau (Menko Perekonomian Hatta Rajasa) ingin ditanyakan ke semua pihak, nanti apa pengaruh kegiatan ini. Jadi, di situ beliau sudah lapor ke Presiden secara langsung dan harus dilakukan langkah-langkah akan ada kick off di situ. Selain itu, akan keluar tindakan apa yang akan dilakukan," ujarnya.

Lucky mengklaim, kebijakan penyatuan zona waktu ini sudah memperoleh dukungan dari sejumlah instansi. Di antaranya adalah Kementerian Perhubungan dan Bursa Efek Indonesia.

Namun diakui, untuk menerapkan kebijakan baru itu instansi tersebut meminta waktu 90 hari dalam melakukan sosialisasi.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia mengunakan tiga zona waktu yaitu GMT +7 untuk waktu Indonesia bagian barat, GMT +8 untuk Indonesia bagian tengah dan GMT +9 untuk Indonesia bagian timur. Dengan penyatuan zona waktu ini Indonesia akan disatukan menjadi GMT +8. (asp)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
popeyez
28/05/2012
Pemerintah kayak kaga ada kerjaan aja, daripada pusing-pusing merubah zona waktu, mendingan pemerintah pikiran bagaimana merubah prilaku para pejabat dan anggota dewan yang punya mental koruptor.
Balas   • Laporkan
tsuparto
26/05/2012
ketika matahari blm tenggelam diufuk barat, kita sudah shalat magrib. emang era SBY g pernah beres, dl staff presiden yakin bahanbakar dari air, skrg zona waktu, nentuin lebaran 2011 aja lelet. kacau....kacau....
Balas   • Laporkan
pemustaka | 27/05/2012 | Laporkan
dangkal bnget sih otak lo...
prasetia.adi | 27/05/2012 | Laporkan
waktu shalat itu bukannya ditentukan oleh matahari ya? kalo dah muncul langit merah di sore hari, ya emang waktunya maghrib meski masih jam 5 nantinya. -,-"
usulan juga nih .. sekalian ditetapkan, libur nya jumat sabtu ya .. biar tenang ane jumatan :))
Balas   • Laporkan
ansikal
26/05/2012
knapa ya Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) yang mengatur zona waktu...??? jadi makin bingung sebagai rakyat di Indonesia raya ini
Balas   • Laporkan
iputrahidayat
26/05/2012
ma'f ye sebelumnya... "KP3EI" sudah tidak berfikir dengan relefan.. apakah anda anda yang ber ada di KP3EI tidak di ajarkan GEOGRAFI di sekolah kalian???
Balas   • Laporkan
aiyrosuhada | 26/05/2012 | Laporkan
Secara Geografis memang beda,tapi kalau disatukan akan memberi keuntungan ekonomi buat kita-kita juga. daripada berbeda-beda bikin pusing
angga_jelek
25/05/2012
Indonesia itu negara kepuluan, coba dicek apakah sama negara Thailand, Filipina, Papua New Guinea Apakah sama waktunya???Jika beda kenapa Indonesia harus disatukan
Balas   • Laporkan
gazibu
25/05/2012
Kasian anak TK di Aceh sana yang harus masuk kelas dalam suasana yang masih Gelap
Balas   • Laporkan
munakiu
25/05/2012
sebenarnya tanpa perubahan waktu Indonesia masih bisa mengejar negara lain, perhatikan lah kondisi negara kita saat ini bagaimana, jangan cuma urusin masalah waktu aja
Balas   • Laporkan
fachrur.rochman.1
25/05/2012
kenapa harus dilakukan ? bukankah ini dinamakan pembodohan ?
Balas   • Laporkan
munakiu | 25/05/2012 | Laporkan
dah biasa bang d bodohin, jadi terus aja melakukan pembodohan. orang orang berkualitas d negeri kita kadang ga d pandang, rakyat harus selalu mengikuti yg berkuasa...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru