BISNIS

Mantan Presiden Nigeria Incar Bisnis di RI

Mantan Presiden, Olesogun Obasanjo, kini menjabat perwakilan bisnis pemerintah Nigeria

ddd
Minggu, 27 Mei 2012, 16:51 Syahid Latif, Sukirno
Obasanjo akan berkunjung ke sejumlah daerah perkebunan
Obasanjo akan berkunjung ke sejumlah daerah perkebunan (Antara/ Rezza Estily)

VIVAnews - Mantan Presiden Nigeria, Olesogun Obasanjo, tengh menjajaki berbagai peluang bisnis yang bisa dikerjasamakan dengan perusahaan di tanah air. Hal ini tak terlepas dari jabatannya sebagai perwakilan bisnis pemerintah Nigeria.

“Kunjungan Mr. Obasanjo sangat penting dan positif karena terkait dengan keuntungan jangka panjang yang ditawarkan pihak Indonesia kepada kami akhir tahun lalu," kata pengusaha Nigeria, Ladi Delano dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews.com, Minggu, 27 Mei 2012.

Dalam lawatannya selama dua hari, Obasanjo akan memulai serangkaian proses kesepakatan kerjasama antara Indonesia dan grup bisnis di Nigeria. Kunjungan ini juga sekaligus sebagai balasan atas lawatan yang telah dilakukan pengusaha Indonesia pimpinan Indra Bakrie dari Grup Bakrie pada akhir Desember 2011.

Dijadwalkan, Obasanjo akan berkunjung ke sejumlah daerah perkebunan di Sumatera, yang akan diikuti dengan diskusi komprehensif dengan sejumlah operator pertambangan dan batubara di Kalimantan. Diskusi sendiri diselenggarakan di kawasan pertambangan Kaltim Prima Coal (KPC), di Sangatta, Kalimantan Timur.

Sebelum keberangkatannya itu, Obasanjo dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan sarapan pagi dengan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar.

Menurut Delano, kunjungan mantan presiden Nigeria itu akan membuat kerjasama diantara pengusaha kedua negara akan saling melengkapi satu sama lain. Bahkan, kerja sama itu seharusnya sudah dimulai sejak dulu.

Nigeria merupakan salah satu negara terluas, terkaya, dan memiliki kemajuan ekonomi paling pesar di Afrika. Delano optimistis, kerjasama diantara Indonesia dan Nigeria akan membuat kedua negara muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di tengah krisis perekonomian dunia.

“Kami harap momen ini akan menjadi sejarah yang berulang. Indonesia pernah menjadi tempat dimana Asia dan Afrika pernah bersama-sama mengucapkan sumpah untuk memperjuangkan semangat kemandirian, kerjasama serta pembangunan ekonomi dan sosial,” tambah Delano. (adi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru