BISNIS

10 Kalkulasi Manfaat Satu Zona Waktu RI (I)

KP3EI mengusulkan penerapan sistem zona waktu dilaksanakan pada Minggu, 28 Oktober 2012.

ddd
Senin, 28 Mei 2012, 06:05 Syahid Latif, R. Jihad Akbar
Objek wisata Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat
Objek wisata Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Pemerintah terus mematangkan ide penyatuan zona waktu dari sistem yang berlaku saat ini. Bahkan, Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) mengusulkan sistem satu zona waktu itu bisa dilaksanakan mulai 28 Oktober 2012.

Seperti dikutip VIVAnews dari Presentasi KP3EI berjudul "1 Januari 2015, Inisiatif Strategis Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia", tim mengusulkan agar penentuan sistem zona waktu yang baru harus dilakukan pada hari Minggu. "Di mana hari libur mencakup seluruh dunia," diungkapkan laporan tersebut.

KP3EI sedikitnya memperhitungkan adanya tiga jenis manfaat yang bisa diperoleh masyarakat Indonesia dari penyatuan zona waktu. Tiga manfaat itu masing-masing dari sisi sosial politik, ekonomi, dan ekologi.

Dari sisi ekonomi, setidaknya ada 10 manfaat yang bisa didapat dari penggabungan 3 zona waktu yang berlaku saat ini menjadi 1 zona waktu.

Berikut adalah 10 kalkulasi manfaat dari penerapan satu zona waktu di Indonesia:

1. Peluang transaksi lebih banyak

Dalam ruang waktu yang sama, 50 juta masyarakat di kawasan tengah dan timur Indonesia memperoleh kesempatan transaksi yang lebih banyak untuk bertransaksi dengan masyarakat di kawasan barat Indonesia. demikian juga sebaliknya.

2. Orientasi transaksi lebih ke domestik

Orientasi transaksi yang selama ini memanfaatkan pasar/ supply dari negara tetangga dipulihkan ke pasar domestik

3. Transaksi bursa efek yang lebih luas

Transaksi harian di bursa efek Indonesia (BEI) akan meningkat seiring dengan meningkatnya volume dan jumlah transaksi harian. Dengan asumsi peningkatan konservatif Rp500 miliar per hari, maka setiap tahun terbangun Rp100 trilliun transaksi tambahan.

4. Meningkatnya kinerja bisnis

Kinerja perusahaan-perusahaan/ dunia usaha di kawasan timur Indonesia (cabang maupun kantor pusat) meningkat dengan pulihnya waktu bisnis yang selama ini sia-sia karena perbedaan waktu. Minimal 60 jam seharinya business time dapat diperoleh oleh setiap unit usaha di tanah air atau minimal 12.000 jam setahun

5. Meningkatnya keunggulan konektifitas logistik nasional

Meningkatnya kinerja bisnis jasa logistik nasional di hampir semua lini moda dan berkembangnya intermoda. Dunia penerbangan akan menarik manfaat besar, melalui flight time arrangement, produktivitas pesawat, produktivitas bandara, efisiensi kru overnight, serta derivative benefit terbukanya rute-rute baru dan peningkatan jumlah konsumen penerbangan.

(bersambung)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
tom.sutamto
29/05/2012
bermain angka aja itu... spt bermain bahasa: kata "miskin" menjadi "prasejahtera" dlm setahun Ind bs bebas dr kemiskinan, dgn sosialisasi mengganti kata "miskin" mjd prasejahtera.... klo semua sdh memakai kata "prasejahtera" brarti tdk ada ke"miskin"an
Balas   • Laporkan
tundraraya
28/05/2012
"terbukanya rute-rute baru dan peningkatan jumlah konsumen penerbangan." Apa kaitannya hal tersebut dengan zona waktu?
Balas   • Laporkan
tundraraya
28/05/2012
"Minimal 60 jam seharinya business time dapat diperoleh oleh setiap unit usaha di tanah air atau minimal 12.000 jam setahun" Apa maksudnya? Setahu saya satu hari hanya 24 jam, satu tahun 8760 jam.
Balas   • Laporkan
tom.sutamto | 29/05/2012 | Laporkan
hahahaha.....
tundraraya
28/05/2012
"50 juta masyarakat di kawasan tengah dan timur Indonesia memperoleh kesempatan transaksi yang lebih banyak untuk bertransaksi " 50 juta itu sudah termasuk bayi, balita, orang jompo, suku pedalaman. Apa mereka ikut bertransaksi?
Balas   • Laporkan
afid
28/05/2012
buat yg sdh komen...tlg di pikir2....komen anda mencerminkan wawasan anda
Balas   • Laporkan
tom.sutamto | 29/05/2012 | Laporkan
betulllllllllllll
daswirtanjung
28/05/2012
Sebenarnya masalah waktu tergantung kepada peredaran alam, matahari dan bulan serta siang dan malam, tidak mungkin disamakan, contoh jam 06.00 di Jakarta tidak mungkin sama dg Papua, sebenarnya masalah ekonomi, politik dan lainnya sangat ditentukan manusi
Balas   • Laporkan
aumai
28/05/2012
biar bagaimanapun kutak katik NAMA, yg pasti pergantian Siang dan malam itu tetap dari dulu ampe nanti sblm kiamat... Alasan mengada2, menambah rute pesawat lah, emang dr kemaren2 gak bs ditambah. Huh!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru