BISNIS

Raih Beasiswa Harvard, Dirut Sarinah Mundur

Statusnya sebagai dirut Sarinah diserahkan kepada Menteri BUMN.

ddd
Senin, 28 Mei 2012, 15:33 Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Kementerian BUMN
Kementerian BUMN  

VIVAnews - Direktur Utama PT Sarinah, Jimmy M Rifai Gani, mengajukan izin guna melanjutkan pendidikan ke Harvard Kennedy School of Government mengambil studi administrasi publik. Walaupun meninggalkan Sarinah, Jimmy telah meninggalkan rancangan jangka panjang (RJP) Sarinah 2012-2016 untuk dijalankan manajemen baru.

Jimmy menjelaskan, pada Maret 2012, dirinya diterima untuk melanjutkan pendidikan di Harvard yang akan dimulai pada 27 Juni 2012. Pendidikan itu bakal dibiayai dari beasiswa penuh Harvard.

"Saya tanyakan ke Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, saya sampaikan paparan mengenai Sarinah dan rencana saya untuk sekolah lagi. Pak Dahlan telah menyetujui saya untuk sekolah lagi," kata Jimmy di Jakarta, Senin, 28 Mei 2012.

Jimmy telah menyampaikan surat permohonan izin untuk mengenyam pendidikan kepada Menteri BUMN. Mengenai posisinya sebagai dirut Sarinah, dirinya menyerahkan statusnya tersebut kepada Menteri BUMN dan timnya untuk menyikapi kekosongan dirut Sarinah.

Sebelum meminta izin melanjutkan sekolah, Jimmy menegaskan telah menyiapkan rencana jangka panjang Sarinah 2012-2016 yang tinggal disahkan Kementerian BUMN. Selama tiga tahun menjabat sebagai dirut Sarinah, manajemen telah merancang transformasi Sarinah yang akan diluncurkan perusahaan waralaba pelat merah berusia 50 tahun itu pada 17 Agustus 2012.

Selama dua tahun pertama menjabat dirut Sarinah, Jimmy mengaku banyak hal yang disiapkan. Namun, ada juga yang tidak sesuai dengan jadwal. Salah satunya adalah RJP yang seharusnya sudah mulai dijalankan pada 2011.

Sejak tahun lalu, manajemen telah mempersiapkan Sarinah dengan berbagai macam hal seperti roadmap dan langkah-langkah perusahaan ke depan.

"Dengan sisa waktu saya dua tahun, tidak cukup untuk bisa menjalankan RJP 2012-2016. Sementara itu, pada 2014, posisi direksi sudah berakhir, sehingga saya berpikir, mesti ada tim baru yang start dari nol," katanya.

Untuk menyukseskan program jangka panjang tersebut, manajemen mengaku telah melaksanakan program pengembangan di seluruh level mulai jajaran pegawai, wakil presiden hingga direksi. Ia berharap, dirut yang baru berasal dari manajemen lama yang telah dipersiapkan untuk menjalankan RJP Sarinah tersebut.

"Saya sampaikan kepada Pak Menteri, harapannya jangan sampai dirombak kembali. Ada siasat yang mungkin bisa dipertimbangkan pemegang saham," ujarnya.

"Harapannya adalah estafet bisa berjalan, regenerasi berjalan. 13 kali Sarinah berganti dirut, semua dari luar. Namun, dari sekian direksi bisa mengambil tampuk kepemimpinan," paparnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru