BISNIS

Satu Zona Waktu, Jam Dagang RI Jadi Serempak

Masyarakat di Indonesia timur tak lagi harus menunggu saudaranya di bagian barat.

ddd
Senin, 28 Mei 2012, 15:54 Syahid Latif, Nina Rahayu
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menilai penyatuan zona waktu bakal menguntungkan Indonesia dari sisi transaksi dagang. Sebab, seluruh transaksi nantinya dilaksanakan pada waktu bersamaan.

"Kalau perdagangan positif, karena itu akan menyatukan zona, dan supaya kita bisa berdagang di waktu yang sama," kata Gita di Jakarta, Senin 28 Mei 2012.

Gita menjelaskan, ke depan, transaksi dagang bisa dilakukan secara serempak dan masyarakat di kawasan timur Indonesia tak perlu lagi menunggu aktivitas dari saudaranya di bagian barat Indonesia. Sebaliknya, masyarakat yang berada di Jawa dan Sumatera, kini bisa bertransaksi dengan mitranya di kawasan timur Indonesia secara bersama-sama.

"Ini akan mendatangkan keuntungan. Bandingkan jika kita harus berdagang di Indonesia bagian timur, dan siang di bagian barat. Itu akan menunggu dan ketinggalan 2 jam," tegasnya.

Sekadar informasi, pemerintah terus mematangkan ide penyatuan zona waktu dari sistem yang berlaku saat ini. Bahkan, Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) mengusulkan sistem satu zona waktu itu bisa dilaksanakan mulai 28 Oktober 2012.

Seperti dikutip VIVAnews dari presentasi KP3EI berjudul "1 Januari 2015, Inisiatif Strategis Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia", tim mengusulkan agar penentuan sistem zona waktu yang baru harus dilakukan pada hari Minggu. "Di mana hari libur mencakup seluruh dunia," ungkap laporan tersebut. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru