BISNIS

Zona Waktu, Hatta Klaim Banyak Dukungan

Selain mengefektifkan kerja, penyatuan zona waktu juga menghemat energi triliunan rupiah.

ddd
Senin, 28 Mei 2012, 17:48 Hadi Suprapto, Suryanta Bakti Susila
Menko Perekonomian Hatta Rajasa
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan tengah gencar mensosialisasikan rencana penyatuan zona waktu yang saat ini masih dibahas tim Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI).

"Rencana ini sedang dibahas secara detail, nanti kami laporkan dalam rapat kabinet," kata Hatta di Istana Negara, Jakarta, Senin 28 Mei 2012.

Hatta mengungkapkan, sejak munculnya wacana penyatuan zona waktu, ide itu telah mendapatkan banyak dukungan. Sebab, penyatuan zona waktu dinilai lebih banyak membawa dampak positif dibanding negatifnya.

"Banyangkan, kita berkomunikasi dengan saudara kita di Indonesia timur hanya 5 jam. Mereka sudah bekerja pukul 06.00, kita baru pukul 08.00, ketika kita mulai bekerja, jam kerja mereka sudah habis," kata dia.

Menurut Hatta mayoritas negara ASEAN juga memulai bekerja lebih awal. "Mereka sudah bekerja, kita belum. Pasar modal dibuka, kita belum," ujarnya.

Selain mengefektifkan kerja, penyatuan zona waktu juga akan menghemat energi triliunan rupiah. Hasil riset Kementerian Riset dan Teknologi menyatakan, pemberlakuan satu zona waktu di nusantara bisa menghemat listrik Rp1,6 triliun per tahun.

Menurut Mohammad Nur Hidayat dari tim kajian Kemenristek, pertimbangan penyatuan zona waktu didasarkan pada pertimbangan kondisi geografis, politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan keamanan, dan agama.

"Selain itu juga keuntungan penyatuan zona waktu akan berdampak pada penghematan energi," kata dia, dalam keterangan tertulis, 27 Mei 2012.

Saat ini Indonesia mengunakan tiga zona waktu yaitu GMT +7 untuk waktu Indonesia bagian Barat, GMT +8 untuk Indonesia bagian tengah, dan GMT +9 untuk Indonesia bagian Timur. Dengan penyatuan zona waktu ini Indonesia akan disatukan menjadi GMT +8.

Mengenai kalkulasi penyatuan zona waktu bisa Anda baca di tautan ini dan ini.

(eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
iron maiden
10/06/2012
kalau dibuat referendum pasti banyak yg menolak, lebih baik bank dan bursa saja yg menyamakan jam kerja,krn cuma bbrp puluh ribu saja yg harus masuk kerja 2 dan 1 jam lebih awal dan pulang 1 dan 2 jam lebih telat,jgn gegabah utk semua karyawan,guoblog sby
Balas   • Laporkan
anugroho
28/05/2012
Menurut aw sih ngak begitu urgent sih ngebahas ini ... kasus korupsi dan antisipasi bencana alam aja yang dituntaskan. Tuh Hambalang konon amblas, banyaknya kecelakaan pesawat udara, banjir dan longsor dimana-mana. Malah buat masalah baru zona waktu!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru