BISNIS

Kecewa Tak Ada Gas, Warga Cegat Truk Elpiji

Warga meminta sopir menurunkan beberapa tabung gas yang sedianya akan dikirim ke pangkalan

ddd
Senin, 28 Mei 2012, 18:52 Hadi Suprapto, Permadi (Sukabumi)
Warga meminta sopir menurunkan beberapa tabung gas yang sedianya akan dikirim ke pangkalan.
Warga meminta sopir menurunkan beberapa tabung gas yang sedianya akan dikirim ke pangkalan. (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVANews - Kecewa tak bisa memasak, warga di Jalan Baru Sinagati, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, nekat mencegat truk bermuatan gas elpiji 3 kg yang baru keluar dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE).

Warga meminta sopir menurunkan beberapa tabung gas yang sedianya akan dikirim ke pangkalan. Warga kesal karena sudah beberapa minggu terakhir sulit mendapatkan gas bersubsidi ini.

Ade Purnama, 42, warga Kampung Pasir Peusing, RT 04/04, Desa Sindangraja, mengaku hampir dua pekan kesulitan mendapatkan gas elpiji di warung-warung. Ade tak sendiri, sebagian besar masyarakat di sana juga kesulitan.

“Jika dihitung-hitung, dalam satu bulan warga kami yang tersebar di 33 ke RT memerlukan sekitar 6.000 tabung dalam satu bulan,” kata Ade, kepada VIVAnews. Namun gas yang dikirim ke wilayah itu tak sebanding, padahal hampir semua warga sudah tergantung elpiji.

Ade menolak jika aksi ini dikatakan membajak. Karena warga tetap membeli meski tak di penyalur. Selain itu, ini juga sudah hasil kesepakatan antara warga dengan agen yang truknya melintasi wilayah itu. "Agen sudah menyepakati kami boleh mengambil 10 tabung setiap kali ada truk yang lewat," katanya.

Misbah Maulana, warga lain mengaku tidak mau tahu, yang penting dapurnya bisa memasak. Pasalnya, warga sudah lama tak mendapatkan gas elpiji. “Kelangkaan ini sudah terjadi hampir dua pekan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Manager SPBE PT. Sari Alam Dwitunggal Sejahtera, Kusnadi mengaku, hal tersebut adalah hak agen. Karena, truk yang mengangkut gas elpiji isi ke luar dari pagar pintu SPBEE itu sudah bukan tanggung jawab kami.

“Sebetulnya aturannya tidak diperbolehkan, karena harus melalui pangkalan," katanya.

Kepala Bidang LPG DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Sulistio Budi membenarkan  adanya informasi pembelian gas elpiji 3 kg yang dilakukan langsung oleh warga dari truk pengangkut seusai mengisi di SPBE. Meski, kata dia, secara aturan tidak dibenarkan melakukan pembelian dengan cara seperti itu.

Namun guna mengantisipasi sabotase, ini terpaksa dilayani. “Tapi pembelian juga dibatasi. Setiap truk hanya diperbolehkan menjual 10 tabung saja,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Pertamina akan segera melakukan penyelesaian atas kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut. “Kami akan secepatnya menangani permasalahan ini,” kata salah seorang perwakilan dari Pertamina, yang tidak mau disebut namanya, usai rapat bersama Komisi III DPRD Cianjur. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
u22y
29/05/2012
Pemerintah itu lucu sekali, di awal memaksa rakyat pindah ke gas, giliran udah pindah, malah jatah dikurangi.
Balas   • Laporkan
unangujang
29/05/2012
pemerintah lagi,pemerintah lagi...yang bikin bom waktu...kalau keadaan seperti ini terus berlangsung bukan tidak mungkin terjadi juga di tempat lain...dan itu menjadi masalah lagi...nanti ujung-ujungnya rakyat kecil lagi yang disalahkan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru